• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Banjarmasin Post

Dosen Senior Unlam Terancam

Rabu, 8 Mei 2013 09:18 WITA
Dosen Senior Unlam Terancam
kompas.com
Ilustrasi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Batas waktu pemberlakuan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen tinggal hitungan bulan. Para dosen yang masih menyandang gelar sarjana strata satu (S1) terancam kehilangan profesinya.  Mulai 2014, mereka tidak bisa mengajar lagi jika belum berstatus sarjana strata dua (S2).

Berdasar penelusuran BPost, di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) terdapat puluhan dosen dan asisten dosen yang masih bergelar S1. Memang, ada dispensasi bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan S2. Namun, bagi yang bulan ini belum menempuh pendidikan S2, dipastikan pada tahun depan harus mengucap: selamat tinggal mahasiswaku....

Salah seorang di antara mereka adalah dosen senior Fakultas Perikanan, Achmad Zaidinsyah (60). Saat dihubungi, dia mengaku sudah mengetahui ancaman tersebut dan tidak mempermasalahkan. Namun, dia berharap kesejahteraan dosen yang sudah lama mengabdi seperti dirinya, tetap diperhatikan.

“Sebenarnya heran, dosen S1 tidak boleh mengajar S1, sementara dosen S2 boleh mengajar S2. Tetapi sejahterakan kami. Perhatikan juga usia, masa kerja dan pangkat kami. Bisa dibayangkan perasaan kami saat dosen S2 mendapat tunjangan sertifikasi sementara kami tidak  tidak,” ujar dosen yang akan pensiun pada 2018 ini, kemarin.

Asisten dosen di Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan (JPOK) Unlam, Taufik Rahman (30) masuk daftar terancam. Dia mengaku bisa menerima ketentuan itu meski pasti menyisakan rasa sedih.  

Terkait pekerjaan, dia tidak bingung karena sudah terdaftar sebagai PNS (pegawai negeri sipil) guru olahraga di SD Loktabat 1 Banjarbaru. Selama ini, sepulang mengajar di SD tersebut, Taufik langsung mengajar di JPOK.

“Mungkin nanti di Unlam bantu-bantu administrasi saja. Tetapi pasti sedih karena sudah ada ikatan emosional dengan anak latih saya,” kata bapak satu orang anak ini.

Selain mengandalkan gaji sebagai PNS sebesar  Rp 2,7 juta, Taufik mendapat honor dari kampus  Rp 1-2 juta. Bila tidak mengajar di kampus lagi, tambahan itu tentu hilang.

“Kebetulan saya juga wasit bulutangkis Kalsel, jadi lumayan dapatnya. Yang penting berapa pun itu, dinikmati dan disyukuri saja,” ucap dia.

Mengapa dulu tidak melanjutkan pendidikan? “ Mau juga, tetapi S2 olahraga adanya di Jawa. S2-nya nanti saja jika di Unlam sudah ada,” ujar Taufik.

Satu-satunya jalan untuk bertahan sebagai dosen memang melanjutkan pendidikan. Itu pula yang dijalani dosen Fakultas Perikanan Tarmaji Antowijaya. Dia baru setahun lalu menyandang gelar S2.  Padahal sudah mengajar di Unlam selama belasan tahun. “Saya sudah mendengar ketentuan itu. Memang kabarnya, yang tergeser karena belum S2 akan ditempatkan di bagian administrasi,” ucapnya.

Pembantu Rektor IV Unlam, Sutarto Hadi membenarkan masih adanya dosen yang bergelar S1. Umumnya mereka adalah dosen senior yang menunggu masa pensiun. Jumlahnya sekitar 50 orang dari total 1.034 dosen di Unlam.

“UU itu memberi waktu selama delapan tahun sehingga tenggatnya tahun ini. Tahun depan, semua sudah harus bergelar S2 untuk bisa mengajar. Bagi yang tidak memenuhi syarat itu solusinya menjadi staf administrasi. Di perguruan tinggi kan ada dua jenis staf, staf akademik dan staf administratif (termasuk tenaga pustakawan, arsiparis, dan laboratorium). Kalau tidak bisa mengajar masih bisa menjadi staf nonakademik,” katanya.

Bagaimana di IAIN Antasari? Kondisinya tidak perlu meresahkan. Rektor, HM  Fauzi Aseri mengungkapkan jumlahnya sebanyak tujuh orang. “Itu pun sudah menjelang pensiun. Adapun total jumlah dosen di IAIN Antasari sebanyak  280 orang,” katanya.

Fauzi mengatakan bagi perguruan tinggi yang masih memiliki banyak dosen bergelar S1, tidak perlu resah dan bingung. Mereka sebaiknya tetap dan terus memperbaiki kualitas dosennya.

“Ini kan masih wanti-wanti, keputusan resmi dan tertulis dari pemerintah pusat belum ada,” ucap dia. (kur)
Editor: Anjar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
158842 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas