Jumat, 31 Juli 2015

Dosen Senior Unlam Terancam

Rabu, 8 Mei 2013 09:18

Dosen Senior Unlam Terancam
kompas.com
Ilustrasi

Berdasar penelusuran BPost, di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) terdapat puluhan dosen dan asisten dosen yang masih bergelar S1. Memang, ada dispensasi bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan S2. Namun, bagi yang bulan ini belum menempuh pendidikan S2, dipastikan pada tahun depan harus mengucap: selamat tinggal mahasiswaku....

Salah seorang di antara mereka adalah dosen senior Fakultas Perikanan, Achmad Zaidinsyah (60). Saat dihubungi, dia mengaku sudah mengetahui ancaman tersebut dan tidak mempermasalahkan. Namun, dia berharap kesejahteraan dosen yang sudah lama mengabdi seperti dirinya, tetap diperhatikan.

“Sebenarnya heran, dosen S1 tidak boleh mengajar S1, sementara dosen S2 boleh mengajar S2. Tetapi sejahterakan kami. Perhatikan juga usia, masa kerja dan pangkat kami. Bisa dibayangkan perasaan kami saat dosen S2 mendapat tunjangan sertifikasi sementara kami tidak  tidak,” ujar dosen yang akan pensiun pada 2018 ini, kemarin.

Asisten dosen di Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan (JPOK) Unlam, Taufik Rahman (30) masuk daftar terancam. Dia mengaku bisa menerima ketentuan itu meski pasti menyisakan rasa sedih.  

Terkait pekerjaan, dia tidak bingung karena sudah terdaftar sebagai PNS (pegawai negeri sipil) guru olahraga di SD Loktabat 1 Banjarbaru. Selama ini, sepulang mengajar di SD tersebut, Taufik langsung mengajar di JPOK.

“Mungkin nanti di Unlam bantu-bantu administrasi saja. Tetapi pasti sedih karena sudah ada ikatan emosional dengan anak latih saya,” kata bapak satu orang anak ini.

Selain mengandalkan gaji sebagai PNS sebesar  Rp 2,7 juta, Taufik mendapat honor dari kampus  Rp 1-2 juta. Bila tidak mengajar di kampus lagi, tambahan itu tentu hilang.

Halaman123
Editor: Anjar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas