Guru dan Karya Ilmiah Aspal
Tak Sekadar Bisa Mengajar
GURU merupakan seorang sarjana yang pernah menulis karya ilmiah sedikitnya sekali saat skripsi.
Mahasiswa STIA Bina Banua Banjarmasin
GURU merupakan seorang sarjana yang pernah menulis karya ilmiah sedikitnya sekali saat skripsi. Namun, masih banyak guru yang diminta untuk menulis karya ilmiah hanya meng-copy dari yang sudah ada, padahal seorang guru sangat berpotensi untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas baik.
Suatu hal yang sangat mengherankan jika guru tidak mampu menghasilkan karya ilmiah yang original. Apa guru tidak malu tidak mampu menulis karya ilmiah? Apa guru sekarang hanya lulus ? Lalu untuk apa mereka kuliah?
Mungkin untuk kurikulum pendidikan, para guru diharuskan membuat karya ilmiah setiap semesternya. Kementrian Pendidikan seharusnya juga memperhatikan para guru agar menghasilkan pengajar yang tidak hanya sekedar bisa mengajar di kelas.
Mungkin dengan memberikan pelatihan menulis karya ilmiah sebagai program Dinas Pendidikan. Murid dituntut meningkatkan kemampuannya tiap semester, kenapa guru tidak ? (*)