Bukan Jago Kandang

BERUNTUNGLAH Barito Putera memiliki Coulibaly Djibril. Striker asal Mali itu benar-benar menjadi pisau tajam yang siap merobek gawang

Tayang:
BANJARMASINPOST.CO.ID - BERUNTUNGLAH Barito Putera memiliki Coulibaly  Djibril. Striker asal Mali itu benar-benar menjadi pisau tajam yang siap merobek gawang lawan Laskar Antasari.

Sabtu (11/5), Djibril kembali menebar horor buat PSPS Pekanbaru. Setelah mencetak empat gol pada pertemuan pertama, kemarin dia menorehkan dua gol yang mengantar Barito menang 3-1.

Kemenangan itu juga kian membuktikan Barito bukan jago kandang. Sayang tambahan tiga angka tidak membuat Barito memperbaiki posisi di klasemen sementara. Barito tertahan di ranking keenam dengan poin 28

PSPS yang bermain di depan pendukungnya di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Riau, kebobolan dalam tempo singkat. Laga baru berlangsung tiga menit, Djibril sudah mengoyak gawang lawan.

Gol cepat tersebut sekaligus menobatkan pemain bernomor punggung 21 itu sebagai salah seorang spesialis pembobol gawang lawan pada menit awal di Indonesia Super League (ISL) 2012-2013.

Sebelumnya, Djibril mencetak gol  pada menit keempat, kala Tim Seribu Sungai menaklukkan Arema 1-0 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Banjar, beberapa waktu lalu.

Namun, prestasi Djibril masih kalah dibanding gelandang serang Persita Tangerang, Kim Dong Chan yang mencetak gol di menit pertama saat menjamu Persipura Jayapura, Januari 2013.

Pada laga kemarin, pelatih Barito, Salahudin langsungmemainkan tiga amunisi baru; Ardan Aras (bek kanan), Okto Maniani (sayap kiri) dan  Makan Konate (gelandang serang).

Pada menit 17,   Makan mempersembahkan gol pertamanya melalui tendangan bebas. Sepuluh menit kemudian, Makan nyaris menambah gol andai bola hasil tendangan kerasnya tidak membentur mistar gawang.

Alih-alih memperkecil selisih skor, PSPS kembali kecolongan oleh gol Djibril pada menit ke-39.

Kali ini mantan andalan klub Al Ahly itu menyundul bola sepak pojok. Itu gol ke-14 Djibril.

Kini dia hanya terpaut satu gol dari stop scorer sementara,  Boaz Solossa dengan 15 gol.  Skor 0-3 untuk Barito bertahan hingga jeda.

Pada babak kedua, Barito menurunkan tensi permainan. Pergantian pemain pun dilakukan.

Mekan digantikan Lucky Wahyu,  Ardan disubtistusi Rizky Mirzamah, dan  Okto diganti  Yongki Aribowo.  

Hasilnya, PSPS mampu memperkecil kekalahan melalui sundulan Isnaini di menit ke-85.

“Ini harus disyukuri, tetapi  pemain jangan cepat puas dulu. Melawan Persija, Rabu nanti, pasti lebih berat,” ucap Salahudin.  (dns/ran)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved