Sabtu, 31 Januari 2015

Inilah Penyebab Angelina Jolie Nekat Angkat Kedua Payudaranya

Rabu, 15 Mei 2013 17:49 WITA

Inilah Penyebab Angelina Jolie Nekat Angkat Kedua Payudaranya
Everet Collection/Rex Features
Angelina Jolie

Jolie mengatakan, ia memulai proses pengangkatan payudaranya di awal Februari lalu. Ia melakukannya karena berkaca pada pengalaman ibunya, Marcheline Bertrand, yang meninggal di usia 56 tahun setelah 10 tahun berjuang melawan kanker ovarium.

Jolie, yang telah dikaruniai enam anak, mengetahui dirinya memiliki gen yang bermutasi setelah melakukan pemeriksaan gen beberapa waktu lalu. Mutasi gen yang dimiliki pasangan aktor Brad Pitt itu adalah untuk gen yang dinamakan BRCA1 sehingga sangat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium.

Gen BRCA1 berkaitan dengan gen BRCA2 yang termasuk dalam gen manusia dan dikenal sebagai penekan tumor. Menurut National Cancer Institute (NCI) Amerika Serikat, pada sel normal, gen BRCA1 dan BRCA2 justru membantu untuk menjaga stabilitas materi genetik sel, yaitu DNA, dan membantu menjaga pertumbuhan sel yang tidak terkontrol. Namun, gen yang bermutasi malah berhubungan dengan pengembangan risiko genetik dari kanker payudara dan ovarium.

Diperkirakan 12 persen wanita dalam populasi umum dapat menderita kanker payudara selama hidupnya. Namun, wanita dengan gen BRCA1 dan BRCA2 yang bermutasi memiliki risiko kanker payudara yang meningkat drastis. Diperkirakan sekitar 60 persen wanita dengan gen mutasi didiagnosis dengan kanker payudara.

Menurut NCI, wanita yang memiliki gen bermutasi punya risiko lima kali lebih besar dalam berkembangannya kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak. Mutasi gen ini paling umum ditemukan pada wanita Yahudi di Eropa Timur. Selain itu, perempuan Norwegia, Belanda, dan Irlandia juga memiliki laju mutasi yang tinggi terhadap gen BRCA1 dan BRCA2.

Ahli bedah payudara di Claveland Clinic, dr Michael Cowher, mengatakan, mutasi gen BRCA bukan hanya memengaruhi payudara wanita. Pria yang membawa gen mutasi ini juga menghadapi peningkatan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Mutasi gen tersebut juga meningkatkan risiko kanker pankreas bagi orang yang membawanya.

Cowher mengatakan, mastektomi ganda sebenarnya bukan satu-satunya solusi yang dapat dipilih. Ada beberapa pilihan lain yang dapat didiskusikan dengan dokter, antara lain kemoprevensi dengan pengobatan seperti tamoksifen. Selain itu, ada pula peningkatan frekuensi pemeriksaan klinis dan rejimen skrining berdasarkan pencitraan.

Halaman12
Editor: Anjar
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas