• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Banjarmasin Post

Ada Tiga Jenderal

Minggu, 19 Mei 2013 07:17 WITA
Ada Tiga Jenderal
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus (kiri) saat memberikan penjelasan kepada wartawan di kantor Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat), Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2013). Labora Sitorus memberikan keterangan terkait kepemilikan rekening sebesar Rp 1,5 triliun.
BANJARMASINPOST.CO.ID - UNTUK menangani kasusnya, Aiptu Labora Sitorus nekat meninggalkan pekerjaan. Dia ‘terbang’ ke Jakarta untuk menemui tim pengacaranya dari Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat) Indonesia Bersatu.

‘Anehnya’ di ruang kerja ketua umum ormas tersebut, Markoni Koto, terdapat foto dia bersama tiga jenderal Polri, yakni Kepala Biro Bindiklat Lemdikpol Brigjen Anton Charliyan, Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian, dan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna.

Bahkan, Nanan mengenakan jaket beremblem logo ormas tersebut.

Apa komentar Karopenmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar?  “Ormas apapun harus dihargai, sebagai sebuah organisasi tempat orang yang mempunya tujuan dan visi mulia,” kata dia di Jakarta, Sabtu (18/5).

Boy meminta publik tidak langsung mengaitkan institusi Polri atau tiga jenderal itu dengan ormas Pekat. Pasalnya, Polri menggandeng semua kalangan yang memiliki tujuan kemanusian.

“Nama ormasnya bagus kan. Polisi bersahabat dengan semua orang, semua, termasuk dengan siapapun yang punya misi kemanusiaan. Jangan lantas dihubung-hubungi, apalagi dibekingi polisi. Tidak ada jenderal di kasus LS (Labora Sitorus),” tegas Boy.

Terlepas adanya ‘tiga jenderal’ itu, Labora sudah 27 tahun bertugas di Papua. Ia merupakan bintara senior.  Karena itu, tidak mengherankan jika dia paham sekali tentang kondisi  geografis Papua.

Boy mengakuinya. Dia pun mengatakan, karena geografis Papua, banyak orang yang bisa memanfaatkannya sebagai ajang bisnis dengan keuntungan berlipat-lipat.

Semisal jual beli bahan bakar minyak (BBM) di pulau-pulau yang jauh dari pusat kota.

“Apalagi Kabupaten Raja Ampat sudah berkembang menjadi tempat wisata. Di pulau wisata pasti banyak peningkatan konsumsi BBM,” ucapnya.

Bagaimana dengan bisnis BBM Labora? “Jika bisnis itu terkait penimbunan tentu hukum akan menjeratnya.Kalau tidak, kami akan lihat lagi, pemeriksaan belum selesai,” ujarnya. (tribunnews/adi/dtn)
Editor: Anjar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
164542 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas