Minggu, 1 Maret 2015

Aiptu Labora Ngaku Sudah Miskin

Minggu, 19 Mei 2013 07:22 WITA

Aiptu Labora Ngaku Sudah Miskin
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus (kiri) saat memberikan penjelasan kepada wartawan di kantor Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat), Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2013). Labora Sitorus memberikan keterangan terkait kepemilikan rekening sebesar Rp 1,5 triliun.

Kepada pers di Jakarta, kemarin, anggota Polres Raja Ampat, Papua Barat itu menegaskan ingin segera bisa keluar dari masalah yang membelitnya. Karena itu, dia siap menjalani proses hukum.

Nama Labora melambung sejak menjadi sorotan publik karena transaksi keuangan perbankannya dianggap tidak wajar. Transaksi keuangannya mencapai ratusan miliar rupiah dalam kurun waktu 2007-2012. Bahkan, hingga tahun ini menembus  Rp 1,5 triliun.

Ditambah lagi, kepolisian membongkar dugaan adanya praktik illegal logging dan illegal mining yang dilakukan PT Seno Adi Wijaya dan PT Rotua yang dikelola keluarga Labora. Tidak tanggung-tanggung, puluhan ton BBM dan puluhan kontainer kayu disita kepolisian.

Sebaliknya, Labora merasa tidak ada yang salah terhadap rekening ‘jumbo’ yang dimilikinya. Dia menegaskan uang yang tersimpan di puluhan rekening itu merupakan hasil bisnis perusahaan kayu dan BBM yang dikelola istri dan anggota keluarganya.

“Itu kan usaha istri, tentu usaha saya, jadi rekening disepakati bersama. Saya setuju karena berpikir tidak masalah istri punya usaha,” tegas dia.

Labora membantah memiliki simpanan senilai Rp 1,5 triliun. Justru sebaliknya, ia mengaku kehabisan uang alias miskin setelah seluruh rekening tidak bisa digunakan untuk menerima pemasukan.

“Kalau dibilang, sekarang sudah nggak ada uang. Ya gimana, pengeluaran terus, tapi pemasukan nggak ada. Simpanan saya hanya sekitar Rp 6 miliar,” kata Labora.

Halaman123
Editor: Anjar
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas