Data Kelulusan SMK Kacau
Ujian nasional (UN) tahun ini benar-benar semerawut. Pelaksanaan kacau sehingga tidak bisa serentak. Tragisnya
Informasi yang diperoleh BPost, SMA/MA/SMK di Kalsel tidak bisa serentak mengumumkan kelulusan siswanya karena belum semuanya menerima data lengkap hasil UN dari Kemendikbud. Bahkan, Jumat (24/5) sore, Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel kembali menerima data kelulusan 265 siswa SMK. Hingga sore itu, juga masih ada data 330 siswa yang belum masuk.
Petugas Disdik Kalsel pun terus berjaga di Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud untuk mendapatkan data-data yang belum selesai proses penilaian yang biasa disebut skoring. Data itulah yang nantinya didistribusikan secara manual dalam bentuk naskah tertulis.
Akibat amburadulnya proses itu, sempat berembus informasi siswa SMKN I Martapura, Banjar tidak lulus 100 persen. Namun, setelah dicek, informasi itu tidak benar. Sekretaris Disdik Kalsel, H Amka saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya kekacauan tersebut.
“Ada persoalan di ‘pusat’ (Kemendikbud) dalam proses skoring. Skoring adalah perhitungan nilai sekolah dan hasil UN. Penentuan kelulusan itu kan gabungan UN dengan nilai dari sekolah.
UN bukan satu satunya penentu kelulusan. Mayoritas yang mengalami keterlambatan skoring adalah SMK, untuk SMA relatif kecil. Kami masih siaga menunggu,” ujar Amka.
Ketua Koordinator Pengawas UN Kalsel dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) H Hadin Muhjad mengatakan kekacauan distribusi hasil sangat terkait pada kekacauan ketika pelaksanaan UN.
“Saya rasa ini akibat keterlambatan prosesnya, jadi merembet ke pengumuman yang lambat juga. Di awal sudah terjadi keterlambatan pelaksanaan UN, maka hasilnya juga terlambat. Benar saja ini sesuai jadawal tetapi datanya tidak lengkap. Kondisi ini harus dievaluasi” kata dia.
Pernyataan senada diucapkan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalsel H Dahri. Dia menilai pengumuman kelulusan terkesan dipaksakan untuk memenuhi target jadwal. “ Sangat tergesa-gesa. Data siswa peraih nilai terbaik saja tidak lengkap. Kesannya dipaksakan diumumkan agar sesuai jadwal meski datanya tidak konkret,” ucapnya.
Imbas lain dari tidak serentaknya pengumuman kelulusan adalah mundurnya pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Dari rencana Minggu (26/5) menjadi Selasa (28/5). Kelulusan UN menjadi syarat utama selain nilai rapor dan rekomendasi sekolah.
Ditunda
Salah
satu sekolah yang terpaksa menunda kelulusan adalah SMKN 1 Martapura.
Kondisi itu sangat mengecewakan para siswa dan walinya karena sudah
berkumpul di sekolah. Mereka makin cemas karena beredar kabar, seluruh
siswa tidak lulus.
“Takut juga (mendengar informasi semua tidak lulus). Tapi dari teman-teman sekolah lain umumnya 90 persen lulus. Bahkan dari hasil pertemuan orangtua dan sekolah, seluruh SMK lulus 100 persen. Tapi kok sekolah kami belum ada hasilnya,” ucap seorang siswa, Maulida.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Banjar, Bajuri membantah kabar 100 persen tidak lulus tersebut. Dia juga menegaskan keterlambatan tidak hanya dialami SMKN 1 Martapura.
“Ada masalah di Puspendik Kemendikbud. Nilai kompetensi SMKN 1 belum terdata sehingga belum bisa memperoleh hasil kelulusan. Sekolah yang terlambat mengumumkan tidak hanya SMKN 1, ada ratusan sekolah di Indonesia. Kami masih menunggunya,” ujar dia. (tim)