A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kualitas Data Pertanian - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Banjarmasin Post

Kualitas Data Pertanian

Kamis, 30 Mei 2013 01:04 WITA
Kualitas Data Pertanian
Tribun Timur
Tribun Timur
KONTAK Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengharapkan Sensus Pertanian pada 1 sampai 31 Mei 2013 menghasilkan data yang akurat. Dengan begitu, tidak ada lagi perbedaan antara data Badan Pusat Statistik (BPS) dengan kondisi di lapangan. BPS adalah satu satunya lembaga yang mengeluarkan data sehingga Sensus Pertanian 2013 hendaknya lebih bagus dari kegiatan sebelumnya.

Ketua KTNA, Winarno Tohir, mengatakan di Jakarta, sensus tahun 2013 merupakan sensus sepuluh tahunan dengan biaya yang tinggi. BPS harus menghasilkan data yang akurat, jangan sampai ada kalibrasi data, yakni tidak sama antara data dengan di lapangan.

Ketidakakuratan data antara hasil sensus BPS dengan kondisi lapangan akan berdampak besar, terlebih lagi yang menyangkut produksi pangan nasional. Data angka ramalan BPS untuk produksi padi, jagung dan kedelai, dari tahun ke tahun, tak pernah turun. Bahkan angka tetap juga terus membaik, namun impor juga meningkat.

Selama ini, BPS selalu menyatakan produksi pangan seperti padi, jagung, daging cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Tetapi kenyataan, Indonesia masih selalu mengimpor. Untuk menghasilkan data yang akurat, BPS seyogianya memanfaatkan teknologi modern saat melakukan sensus pertanian. Sensus juga menelan biaya besar, sekitar Rp 1,4 triliun.

Data akurat di bidang pertanian sangat menentukan pembangunan pertanian ke depan. Selain itu, berkaitan dengan kesejahteraan petani Indonesia.Untuk itu, pemerintah harus lebih serius melaksanakan sensus pertanian dan memanfaatkan hasil sensus untuk  meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam merancang atau merumuskan kebijakan pembangunan, pembuat kebijakan harus berpijak pada data reguler dari instansi atau badan yang berwenang. Permasalahan yang mencakup sektor pertanian hanya akan berhasil jika perancangan dan implementasi kebijakan berpihak pada sektor pertanian. Untuk menghasilkan perencanaan yang baik, setiap proses harus selalu berdasarkan data dan informasi yang benar dan terukur.

Data informasi merupakan basis bagi penyusunan perencanaan pembangunan. Data dan informasi yang berkualitas harus menjadi rujukan bagi penentuan kebijakan dan program pemerintah. Data yang berkaitan dengan penguasaan lahan dan aset lain, jenis usaha tani, teknologi yang digunakan dan profil petani.

Data akan memberikan gambaran atau kondisi empiris mengenai petani dan sektor pertanian. dengan kata lain, pelaksanaan sensus pertanian hendaknya benar benar berkualitas agar hasilnya pun berkualitas. (*)
Editor: Dheny
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
169002 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas