Sabtu, 22 November 2014
Banjarmasin Post

Trauma Rezim Orde Baru

Rabu, 5 Juni 2013 01:22 WITA

Oleh: Maslan
Guru SMPN 3 Panyipatan, Tala

Pemerintahan di era  Reformasi yang identik dengan sesuatu yang baru memiliki visi, misi, dan strategi yang berbeda dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila.

Penataran P4 yang terkesan mengindokrinasi ajaran/nilai Pancasila kurang pas dan cocok dengan jiwa dan reformasi yang lebih cenderung pada semangat ‘kebebasan’ dan trauma masa lalu.

Rakyat di era Reformasi yang  bukanlah rakyat ‘bersih’ dari pengaruh dan dampak dari penataran P4 semasa Orba. Ketika reformasi bergulir dan bergerak menggulingkan rezim pemerintahan Orba, tidak secara otomatis jiwa rakyat yang sudah tertanam nilai-nilai Pancasila melalui mengikuti penataran P4 juga terkikis.

Jiwa dan nilai Pancasila sebagai hasil mengikuti penataran P4 pada masa orde baru tentunya masih ada dalam diri rakyat Indonesia.

Penataran P4 bukanlah sesuatu yang bertentangan namun yang menjadi persoalan adalah masalah  perwujudan atau pengamalannya oleh penguasa dan pemerintahan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Penataran P4 pada era Reformasi masih perlu, tetapi dalam bentuk dan format berbeda  dengan masa Orba. Hal ini penting dilakukan karena nilai-nilai Pancasila sudah mulai luntur dan sudah  waktunya kembali  diberikan dan ditanamkan kepada generasi muda.

Dengan demikian, tidak ada lagi pelecehan terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagaimana terjadi baru-baru tadi .

Trauma penataran P4 jangan menjadi penghalang untuk selalu memberikan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa dengan mengikuti perkembangan dan dinamika masyarakat di era Reformasi ini. (*)
Editor: Sudi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas