Cucu Bupati Terbaik UN

Tiga murid SDN 1 Dirgahayu, Kotabaru, menduduki peringkat pertama hingga tiga peraih nilai terbaik ujian nasional

Tayang:
Editor: Halmien

KOTABARU, BPOST - Tiga murid SDN 1 Dirgahayu, Kotabaru, menduduki peringkat pertama hingga tiga peraih nilai terbaik ujian nasional (UN) se-Kalsel.

Mereka adalah M Syahrur Ramadhan yang total nilainya 29,60, Olga Hermalia Wulandari (29,20) dan Irena Amelia Destiara (29,30).

Irena adalah cucu Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani. Kepada BPost, Kamis (6/6), Irena justru mengaku suka bermain. Meskipun demikian dia tidak pernah meninggalkan kewajiban belajar.

“Apalagi menjelang UN. Juga berdoa. Semua ini berkat dukungan orangtua,” kata Irena.

Sang Ibunda, Erni Kartini Rais menambahkan tidak ada cara khusus yang diterapkannya untuk Irena agar bisa berprestasi di sekolah.

Sementara Syahrur mengaku tidak menyangka akan meraih nilai terbaik se-Kalsel. Seperti Irena, dia mengaku juga masih sering bermain. “Saat hendak belajar ya belajar, saat hendak bermain ya bermain. Belajarnya tidak lama-lama tapi fokus. Kalau bermain, ya paling main playstation,” ucap Syahrur.

Kegemaran Syahrur bermain diakui sang ayah, Hasanul Basri. Dia memaklumi karena bocah seusia anaknya, memang gemar bermain. Namun, dia selalu mengarahkan dan mengevaluasi hasil pelajaran yang diperoleh Syahrur selama bersekolah.

Olga pun mengaku seperti Irena dan Syahrur. “Setelah belajar, lalu bermain. Baru salat, sambil berdoa,” ujarnya.

Kebahagiaan juga dirasakan guru sekaligus wali kelas mereka Mulyani juga ikut senang. “Pola persiapan mereka untuk mengikuti UN sama seperti tahun lalu. Sebelum UN, pada akhir Desember 2012 semua materi kurikulum sudah harus habis diajarkan. Mulai Januari 2013, terus diberi latihan soal,” ujarnya.

Dikemukakan Mulyani, soal latihan diambil dari buku Detik Detik UN dan materi pelajaran kelas IV, V dan VI. Selain itu, tiap Selasa dan Kamis juga ada pelajaran tambahan.

Janji memberi penghargaan langsung diucapkan Kepala Disdik Kotabaru, Murdianto. “Tak sekadar memberi reward, tetapi pola yang diterapkan di sekolah itu juga akan kami jadikan acuan untuk diberlakukan di sekolah lain,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel, Amka mengatakan pengumuman hasil UN SD akan diumumkan secara serentak, Sabtu (6/6) besok. Juga sekaligus diumumkan kelulusan murid yang ditentukan oleh dewan guru.

Amka mengatakan, murid dan sekolah yang meraih prestasi di UN SD tahun ini, menjadi sesuatu yang sangat istimewa karena mulai tahun depan, UN SD ditiadakan.

Apa pengganti UN SD? Amka mengatakan masih menunggu ‘petunjuk’ dari Kemendikbud. Yang jelas, evaluasi belajar tetap diperlukan.

Mengenai penyebab lebih banyaknya murid di luar Banjarmasin yang menorehkan prestasi saat UN, pengamat pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Soetarto Hadi mengatakan dikerenakan anak didik di ‘kota’ banyak godaannya.

Mereka cenderung lebih banyak bermain dan menonton acara televisi hingga larut malam.

Akibatnya, saat di sekolah banyak yang mengantuk dan kurang konsentrasi. Apalagi, jika mereka juga jarang belajar sendiri di rumah.

“Hasil UN lebih banyak ditentukan dari usaha masing-masing individu, peran sekolah  tidak dominan. Anak-anak di ‘kampung’ lebih diuntungkan karena punya kesempatan lebih baik untuk belajar sendiri,” katanya. (sah/kur/has)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved