• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Banjarmasin Post

Anis Diganti? Aneh!

Minggu, 9 Juni 2013 07:20 WITA
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pergantian Kapolda Jabar Irjen Tubagus Anis Angkawijaya dinilai aneh. Padahal dia belum satu tahun menjabat posisi tersebut. “Bandingkan dengan Kapolda Sumut dan Jatim yang sudah dua tahun lebih,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane di Jakarta, Sabtu (8/6).

Berdasar telegram rahasia Kapolri Nomor : ST/1194/VI/2013 tanggal 7 Juni 2013, Polri memutasi 76 perwira menengah dan tinggi. Sebanyak 11 di antaranya merupakan mutasi jabatan kapolda, salah satunya Jabar. Kapolda Jabar akan dijabat Irjen Suhardi Alius yang saat ini menjabat Kepala Divisi Humas Polri, sedangkan Tubagus akan menjabat Kadiv TI Polri.

Neta mengaitkan penggantian Anis dengan kasus yang melibatkan mantan Kabareskrim Komjen (Pur) Susno Duadji. Dia mendapat kritikan banyak kalangan lantaran dinilai melindungi Susno ketika hendak dieksekusi kejaksaan untuk menjalani pidana penjara selama tiga tahun enam bulan.

Neta juga menyoroti pergantian Kapolda Jatim dari Irjen Hadiatmoko kepada Irjen Unggung Cahyono.

Menurut Neta, kemungkinan pergantian itu dalam rangka mengantisipasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pilgub Jatim dan Pemilu 2014.

Terkait pergantian Kapolda Riau dari Brigjen  Suedi Husen kepada Brigjen Condro Kirono, menurut Neta, kemungkinan berkaitan dengan maraknya perjudian di Riau. Bahkan, belum lama ini justru tim Mabes Polri yang melakukan penggerebekan lokasi perjudian di Riau.

Tentang  mutasi secara keseluruhan, Neta melihat Polri lebih banyak menempatkan perwira muda untuk memegang wilayah atau menjadi kapolda.

Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo, sepertinya ingin mempersiapkan perwira mudanya untuk mengantisipasi pemilu dan Pilpres 2014.Begitu pula terkait dimunculkannya perwira-perwira dari lembaga pendidikan Polri untuk memegang wilayah. Neta menilai Timur sepertinya ingin balas jasa kepada mereka yang sudah sekian lama mengabdi di lembaga pendidikan.

“Karenanya mereka diberi kesempatan untuk memegang jabatan strategis. Strategi ini juga untuk menepis asumsi bahwa lembaga pendidikan adalah tempat pembuangan,” ujar Neta.

Menanggapi itu Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Agsu Rianto menegaskan mutasi dan perombakan jabatan itu memang bertujuan untuk persiapan pengamanan Polri menjelang Pemilu 2014. “Kami tidak bisa melakukan mutasi saat Pemilu, sehingga mutasi iniharus dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya yakni sekarang,” kata dia.

Agus juga mengatakan, kebijakan mutasi bukan untuk mengamankan kepentingan internal. Karena itu Agus membantah mutasi dikarenakan adanya persoalan di tubuh Polri, semisal kerusuhan di beberapa daerah dan kegagalan pelaksanaan eksekusi terhadap Susno.

“Ada dua kepentingan dalam mutasi yaitu organisasi dan personel. Kepentingan organisasi lebih pada peningkatan kinerja, sedangkan bagi personel lebih pada pembinaan karier. Intinya mutasi bukan karena adanya persoalan,” tegas Agus. (tribunnews/adi/warkot/bum)
Editor: Syamsudin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
174392 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas