A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pelaku Sodomi Tujuh Siswa SMP Belum Ditahan - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Banjarmasin Post

Pelaku Sodomi Tujuh Siswa SMP Belum Ditahan

Minggu, 9 Juni 2013 20:47 WITA
Pelaku Sodomi Tujuh Siswa SMP Belum Ditahan
net
Ilustrasi
BANJARMASINPOST.CO.ID, ENDE - Oknum pegawai honor yang bertugas di Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, berinisial ST (35) diduga menyodomi tujuh orang pria yang masih duduk di bangku SMP.
Kejadian tersebut telah terjadi di tahun 2012 lalu, namun baru terungkap pada pertengahan Mei 2013 menyusul laporan orang tua dari para korban ke Polsek Wolowaru.

Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin yang dikonfirmasi Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (7/6/2013) membenarkan adanya kejadian tersebut, namun demikian pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

"Kasusnya memang ada namun sudah lama terjadi sejak tahun 2012 lalu, namun baru dilaporkan di tahun 2013 sehingga pihak kepolisian agak sulit mengungkapkan kasus tersebut apalagi diantara para korban ada yang sudah tamat SMP serta melanjutkan sekolah SMA di luar daerah,"kata Musni.

Musni mengatakan dari hasil pemeriksaan polisi kepada para korban terungkap bahwa dari tujuh korban yang melapor kejadian itu ke polisi, diantaranya mengaku mereka telah disodomi oleh pelaku ST sedangkan sisanya hanya dipegang-pegang oleh pelaku.

Namun untuk membuktikan keterangan para korban, ujar Musni, pihak kepolisian mengalami kesulitan karena kejadianya sudah lama di tahun 2012 sehingga hasil vsium juga sulit diketahui. "Andai saja pada saat kejadian para korban langsung mengaku maka pihak kepolisian tentu tidak terlalu kesulitan karena dipastikan saat itu bisa dilakukan visum guna mengetahui kebenaran akan peristiwa pencabulan,"kata Musni.

Musni tidak menjelaskan nama-nama korban namun demikian menurutnya para korban rata-rata berusia 14 hingga 15 tahun. Saat kejadian para korban masih duduk di bangku SMP.

Terungkapnya kejadian itu, kata Musni, diketahui berdasarkan cerita dari mulut ke mulut diantara para korban yang mana cerita tersebut lantas didengar oleh orang tua masing-masing yang melaporkannya ke polisi di Polsek Wolowaru.

Hal lain terungkapnya kasus pencabulan itu, ujar Musni, dipicu adanya ketidakharmonisan antara pelaku dengan istrinya sehingga keluarga istri lantas mendorong orang tua dari para korban untuk melaporkannya ke polisi.

Musni mengatakan kasus pencabulan yang terjadi tersebut agak sulit dibuktikan karena selain tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian, juga kurangnya alat bukti yang mendukung kejadian. Dengan demikian hingga kini pelaku belum ditahan oleh pihak kepolisian.

Dikatakan pihak keluarga korban yang pada awalnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wolowaru, justru pada akhirnya malahan menarik kembali laporan juga berusaha menempuh jalan damai dengan pelaku.

"Ini yang kita rasa dilematis karena pada awalnya orang tua korban yang melaporkan kejadian itu ke Polsek Wolowaru sehingga kasusnya terungkap dan ditangani Polres Ende, namun setelah kasusnya ditangani polres para orang tua ramai-ramai mendatangi Polres Ende pekan lalu untuk menarik kembali laporan juga berusaha menempuh jalan damai,"kata Musni.

Polisi, kata Musni, akan terus mendalami kejadian pencabulan karena apabila alat bukti, saksi serta keterangan yang mencukupi maka kasus tersebut akan ditingkatkan agar diperoleh kepastian hukum.
Editor: Halmien
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas