• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Banjarmasin Post

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa pada 9 Juli 2013

Rabu, 12 Juni 2013 20:12 WITA
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa pada 9 Juli 2013
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Petugas Badan Hisab dan Rukyah Aceh, mengamati posisi bulan pada rukyatul hilal penentuan 1 Ramadan
BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA – Puasa bagi warga Muhammadiyah akan dimulai pada 9 Juli 2013. Hal itu berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah.

Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Nadjib Hamid, mengatakan, berdasar hisab hakiki wujudul hilal dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang digelar 13 Mei lalu, diputuskan bahwa awal bulan puasa atau 1 Ramadan 1434 H, jatuh pada hari Selasa Wage, tanggal 9 Juli 2013 M. Sedangkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1434 H jatuh pada hari Kamis Wage, tanggal 8 Agustus 2013.

Khusus awal Ramadan, Nadjib menyebut ada potensi pelaksanaannya tidak bareng antara Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama. “Penyebabnya, ketinggian hilal kurang dari 1 derajat,” ujarnya, kepada Surya, Rabu (12/6/2013).

Menurut Nadjib, awal puasa dan lebaran tersebut telah ditetapkan oleh PP Muhammadiyah berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, tertuang dalam Maklumat No.04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1434 H tertanggal 23 Mei 2013, yang ditandatangani Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris umum PP Mummadiyah Danarto.

Dalam maklumat itu dijelaskan, ijtimak menjelang Ramadan 1434 H terjadi pada hari Senin Pon, 8 Juli 2013 M pukul 14:15:55 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( + : : -07" 48, dan ),: 110o 21, BT ) *0o 44' 59" (hilal sudah wujud), ketika matahari terbenam tanggal 8 Juli 2013 M (hari Senin), di sebagian wilayah barat. Kemudian, Indonesia hilal sudah wujud dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud. Dengan begitu, garis batas wujudul hilal melewati wilayah Indonesia dan membagi wilayah Indonesia menjadi dua bagian.

Selain itu, ijtimak menjelang Syawal 1434 H terjadi pada hari Rabu Pon, 7 Agustus 2013 M pukul 04:52:19 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari tebenam di Jogyakarta ( 0 : -07" 48, dan l": l l0o 21, BT ) : *03o 54' ll" (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu, bulan berada di atas ufuk.
Editor: Halmien
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
176372 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas