A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Balita Itu Terus Merintih - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Banjarmasin Post

Balita Itu Terus Merintih

Jumat, 21 Juni 2013 06:33 WITA
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - “Informasi awal dari  warga sekitar, terjadi  perselisihan rumah tangga antara pasangan Baba dan istrinya, hingga berujung terbakarnya keduanya dan anak mereka. Tetapi pastinya, sedang kami selidiki.”

Kapolsek Kintap, Tanah Laut (Tala) mengeluarkan pernyataan itu saat menjawab pertanyaan tentang tragedi yang terjadi di Desa Muara Kintap, Kamis (20/6) pagi. Akibat amukan api itu, tidak hanya rumah pasangan suami-istri itu, sebanyak 32 rumah tetangga mereka menjadi arang karena amukan si jago merah.

Api sangat cepat membesar dan menyebar karena rumah-rumah itu mayoritas terbuat dari kayu. Warga yang baru bangun dari tidur pun tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena cepat datangnya api. Kerugian pun diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Informasi yang dihimpun dari beberapa warga, api berasal dari rumah Baba (32). Dia tinggal bersama sang istri, Mayangsari (27) dan anak mereka, Ramadan (4).

Kabarnya, pagi itu, Baba dan Mayang bertengkar karena dipantik rasa cemburu. Tak hanya beradu mulut, perselisihan itu konon berujung kekerasan fisik.

“Informasi dari warga, sumber api berasal dari siraman bensin saat perselisihan suami istri itu terjadi. Api membesar membakar rumah mereka dan tetangga,” kata Kepala Desa Muara Kintap, Restu.

Akibat amukan api, Baba tewas terpanggang di rumah. Sementara Ramadan dan Mayangsari dirawat di RS Boejasin, Pelaihari, karena luka bakar cukup parah. Ramadan pun terus merintih dan menangis karena kesakitan.

Sang kakek, Pampu hanya bisa membujuk sembari menenangkan cucunya tersebut. “Kami juga tidak mengetahui persis kejadian kebakaran ini. Tiba-tiba api sudah membesar,” ujar Pampu.

Gerak cepat dilakukan Polres dan Disnakertrans Tala untuk menolong para korban pascakejadian tersebut.

“Kami sudah menyiapkan posko dan memberi bantuan sembako. Selain itu kami menyalurkan bantuan kayu dan seng,” kata Kapolres Tala AKBP Midi Siswoko.

Kepala Disnaketrans Tala, Noor Ifansyah menambahkan, musibah itu menimpa 33 kepala keluarga atau 160 jiwa. Empati terhadap nasib warga, ungkap dia, banyak perusahaan yang langsung memberi bantuan. (ryn)
Editor: Syamsudin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
181562 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas