A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Mobil Murah - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Banjarmasin Post
Home » Kolom » Spirit

Mobil Murah

Minggu, 23 Juni 2013 01:42 WITA
Mobil Murah
dokbpost
H Pramono BS
INGAT peluncuran mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia pada  2004 lalu? Kedua mobil itu lahir dalam keadaan sederhana, irit bahan bakar dan harganya hanya Rp 80 jutaan untuk mesin 1.000 cc.

Bagaimana sekarang? Kedua mobil itu sudah masuk kategori mobil mewah, terus mempercantik diri dengan bentuk makin anggun. Harganyabukan lagi murah, sebab sudah di atas Rp 150 juta.

Advetorial Kompas 13/6/2013 menulis, sejak Januari 2004 sampai April 2013 Avanza telah terjual 1,1 juta unit. Dari jumlah itu 963.373 unit di Indonesia. Hanya 169.830 unit yang terjual di 27 negara di dunia.

Kita bisa melihat setiap hari-mobil mobil ini merayap di jalan-jalan, mengalahkan merek lainnya. Belum jelas berapa angka penjualan Xenia, tapi rasanya tak jauh dari kisaran Avanza.

Kalau kita mau mundur beberapa puluh tahun, pada 1970-an Toyota Kijang juga mobil murah. Bentuknya sangat sederhana, kotak dan tidak menarik. Tapi sekarang Kijang dengan Innova-nya bisa disejajarkan dengan mobil kelas premium yang harganya selangit.

Awal 1990-an ada juga mobil murah, Timor, yang didatangkan dari Korea dengan label mobil nasional. Harganya sangat-sangat murah, ada yang cuma Rp 20 jutaan, sebab tanpa bea masuk. Tapi mobil ini tidak bisa berkembang dan mati karena sejak kelahirannya memang sudah penuh kedurhakaan.

Sekarang di tengah situasi lalu lintas yang macet sepanjang hari di kota-kota besar maupun kecil, pemerintah melalui PP Nomor 41 Tahun 2013 mengeluarkan lagi izin peluncuran mobil murah yang ramah lingkungan.

Kategorinya adalah mobil yang harganya di bawah Rp 100 juta, bahan bakar 1 liter untuk 20 kilometer. Penjualan mobil ini dibebaskan dari pajak penjualan.

Orang pun bertanya-tanya, apa yang diinginkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan mengeluarkan izin penjualan mobil murah? Apa jadinya Jakarta yang lalu lintasnya pada jam sibuk sudah nyaris tak bergerak karena padat, motor-motor serampangan melewati trotoar dan pekarangan rumah orang sehingga kota terlihat kacau.

Masyarakat juga mempertanyakan, bukankah Gubernur DKI Joko Widodo sekarang lagi konsentrasi menata lalu lintas agar tidak macet. Apa ada kesengajaan untuk menjegal program Jokowi?

Mungkin ini tidak disadari Yudhoyono atau dia memang tidak bisa menolak keinginan para produsen otomotif yang haus keuntungan. Padahal mobil nasional semacam Esemka buatan anak-anak SMK Surakarta tak mendapat izin untuk diproduksi secara besar-besaran.

Sedih melihat lalu lintas di negeri ini. Jumlah sepeda motor sudah di luar ambang batas kemampuan jalan, tapi produksi masih diteruskan dan hampir semua untuk dalam negeri, bukan ekspor. Menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak) bukan solusi untuk mengurangi pemborosan, karena pemakaian terus bertambah.

Mobil juga sudah tersendat-sendat oleh kemacetan tapi mobil baru terus berdatangan dari dalam maupun luar negeri. Apakah tidakada kewenangan pemerintah untuk membatasinya?         

***

Singapura itu kotanya terasa nyaman antara lain karena lalu lintasnya tertib dan teratur. Jalannya tidak selebar jalan-jalan Jakarta tapi tidak ada kemacetan.

Kotanya bersih, tidak kumuh oleh banyaknya motor yang berseliweran seenaknya. Aktivitas orang di sana tidak kalah tinggi dengan Jakarta tapi transportasi utamanya kendaraan umum, bukan pribadi.

Di sini yang sudah padat malah digerojok lagi dengan motor dan mobil murah. Murah untuk siapa, orang miskin beli sepeda motor butut pun tidak mampu. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas akan sia-sia oleh kebijakan pemerintah yang terkesan takut pada pengusaha.

Bukan itu saja, upaya penghematan BBM juga akan sia-sia dengan dibukanya keran untuk mobil-mobil murah. Siapa bilang 1 liter untuk 20 kilometer itu ramah lingkungan, wong tanpa kehadiran mereka saja lingkungan sudah penuh dengan polusi.

Mobil-mobil murah itu justru menambah pemakaian BBM, betapapun iritnya. Mobil-mobil sekelas Avanza 1 liter bisa 14 kilometer, tak terpaut jauh dengan mobil murah sekarang.

Kalau mau menghemat BBM bukan membuka keran mobil murah, tapi mengganti BBM dengan gas seperti yang sudah pernah direncanakan. Perlu dipertanyakan mengapa program ini macet, padahal jutaan kendaraan menunggu realisasinya, milIaran kaki kubik gas ada di perut bumi kita dan belum dieksploitasi.

Kita khawatir mobil-mobil murah yang sekarang berbentuk sederhana nantinya juga bermetamorfosis menjadi mobil mewah seperti pengalaman selama ini. Mobil murah hanya kiat untuk masuk ke pasar, setelah mapan akan bertiwikrama (berubah bentuk) menjadi raksasa. (*)
Editor: Sudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
182762 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas