Home »

Kolom

» Spirit

Mobil Murah

Ingat peluncuran mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia pada 2004 lalu? Kedua mobil itu lahir dalam keadaan sederhana, irit bahan bakar dan harganya hanya Rp 80 jutaan untuk mesin 1.000 cc.

Mobil Murah
dokbpost
H Pramono BS

Bagaimana sekarang? Kedua mobil itu sudah masuk kategori mobil mewah, terus mempercantik diri dengan bentuk makin anggun. Harganyabukan lagi murah, sebab sudah di atas Rp 150 juta.

Advetorial Kompas 13/6/2013 menulis, sejak Januari 2004 sampai April 2013 Avanza telah terjual 1,1 juta unit. Dari jumlah itu 963.373 unit di Indonesia. Hanya 169.830 unit yang terjual di 27 negara di dunia.

Kita bisa melihat setiap hari-mobil mobil ini merayap di jalan-jalan, mengalahkan merek lainnya. Belum jelas berapa angka penjualan Xenia, tapi rasanya tak jauh dari kisaran Avanza.

Kalau kita mau mundur beberapa puluh tahun, pada 1970-an Toyota Kijang juga mobil murah. Bentuknya sangat sederhana, kotak dan tidak menarik. Tapi sekarang Kijang dengan Innova-nya bisa disejajarkan dengan mobil kelas premium yang harganya selangit.

Awal 1990-an ada juga mobil murah, Timor, yang didatangkan dari Korea dengan label mobil nasional. Harganya sangat-sangat murah, ada yang cuma Rp 20 jutaan, sebab tanpa bea masuk. Tapi mobil ini tidak bisa berkembang dan mati karena sejak kelahirannya memang sudah penuh kedurhakaan.

Sekarang di tengah situasi lalu lintas yang macet sepanjang hari di kota-kota besar maupun kecil, pemerintah melalui PP Nomor 41 Tahun 2013 mengeluarkan lagi izin peluncuran mobil murah yang ramah lingkungan.

Kategorinya adalah mobil yang harganya di bawah Rp 100 juta, bahan bakar 1 liter untuk 20 kilometer. Penjualan mobil ini dibebaskan dari pajak penjualan.

Orang pun bertanya-tanya, apa yang diinginkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan mengeluarkan izin penjualan mobil murah? Apa jadinya Jakarta yang lalu lintasnya pada jam sibuk sudah nyaris tak bergerak karena padat, motor-motor serampangan melewati trotoar dan pekarangan rumah orang sehingga kota terlihat kacau.

Masyarakat juga mempertanyakan, bukankah Gubernur DKI Joko Widodo sekarang lagi konsentrasi menata lalu lintas agar tidak macet. Apa ada kesengajaan untuk menjegal program Jokowi?

Mungkin ini tidak disadari Yudhoyono atau dia memang tidak bisa menolak keinginan para produsen otomotif yang haus keuntungan. Padahal mobil nasional semacam Esemka buatan anak-anak SMK Surakarta tak mendapat izin untuk diproduksi secara besar-besaran.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: M Fadli Setia Rahman
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help