Senin, 27 April 2015

Mencari Ibnu Hajar dalam Sejarah

Selasa, 25 Juni 2013 00:35

Perundingan Linggarjati antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Belanda yang diratifikasi pada 25 Maret 1947, membawa sebuah konsekuensi berupa penyusutan wilayah NKRI yang hanya diakui secara de facto oleh Belanda hanya meliputi Jawa, Sumatera, Madura dan Bali, sementara Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat yang dikendalikan oleh Belanda.

Hasil perundingan ini jelas merupakan sebuah kemunduran bagi Indonesia yang berdasarkan hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 diputuskan berupa Negara kesatuan dengan wilayahnya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Kondisi tersebut menimbulkan kegelisahan pada para pejuang yang berada pada daerah-daerah yang tidak termasuk dalam wilayah Republik Indonesia, termasuk Kalimantan yang menjadi provinsi tersendiri dari Republik Indonesia dengan Ir Pangeran HM Noor sebagai gubernurnya.

Ir P HM Noor selaku gubernur di Kalimantan terpaksa berkantor di Pulau Jawa, meski demikian dia terus mengadakan kontak dengan para pejuang di Kalimantan sebagai langkah konsolidasi menyatukan kegiatan perjuangan dalam rangka mengembalikan Kalimantan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Indonesia.

Untuk memudahkan langkah tersebut, Ir P HM Noor membentuk sebuah organisasi perjuangan dengan nama ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan yang secara resmi dan dilantik oleh Panglima ALRI Laksamana Muda M Nasir pada 4 April 1946 di Hotel Palace, Malang.

Untuk wilayah Kalimantan Selatan dibentuk ALRI Divisi IV (A) Pertahanan Kalimantan dengan Hassan Basry sebagai pimpinan umum. Dengan berdirinya ALRI Divii IV (A) Pertahanan Kalimantan, maka seluruh organisasi perjuangan di Kalimantan bersatu dalam suatu organisasi inti dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dariTentara Rakyat Indonesia (TRI).

Salah satu puncak dari usaha para pejuang di Kalimantan Selatan adalah kesepakatan untuk menyatakan diri sebagai bagian yang terpisahkan dari perjuangan Republik Indonesia yang dinyatakan dalam Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV (A) Pertahanan Kalimantan pada sebuah upacara yang dilaksanakan di Mandapai, Padang Batung-Kandangan tanggal 17 Mei 1949.

Halaman1234
Editor: Dheny Irwan Saputra
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas