Rabu, 28 Januari 2015

Mesir di Ambang Perang Saudara

Senin, 1 Juli 2013 07:02 WITA

Mesir di Ambang Perang Saudara
| AP
Presiden Mesir Mohammed Mursi

KAIRO, BPOST - Kondisi menegangkan terjadi di Ibu Kota Mesir, Kairo, Minggu (30/6). Belasan ribu orang berkumpul di Lapangan Tahrir, meminta turunnya Mohammad Mursi yang pada hari itu tepat setahun menjadi presiden Mesir.

Mereka menilai, Mursi telah gagal mengemban amanah reformasi pascajatuhnya Presiden Hosni Mubarak, 25 Januari 2011 lalu. Lapangan Tahrir pula yang menjadi saksi bisu awal gerakan massa menjatuhkan Mubarak dan mendudukkan Mursi sebagai presiden pertama hasil pemilu.

Namun, aksi kali ini berbeda bahkan dikhawatirkan menjadi pintu terjadinya perang saudara. Pasalnya, Jumat (28/6), belasan ribu orang pendukung Mursi juga menggelar aksi di tempat serupa.

Mereka menyatakan mendukung dan siap melawan kekuatan yang ingin menjungkalkan sang presiden. Bentrokan kedua kubu kerap terjadi di berbagai kota. Setidaknya delapan orang tewas –termasuk serorang mahasiwa asal Amerika Serikat– dan puluhan lainnya luka-luka.

Pada aksi menentang Mursi, kemarin, pemimpin oposisi Mohammad Elbaradei menilai pemerintah telah gagal memimpin Mesir ke arah demokrasi. “Revolusi sudah pecah sehingga kami hidup sebagai manusia dan harus diperlakukan layaknya manusia. Sayangnya, tak ada yang dicapai.

Kami merasa bangsa ini mengalami kebuntuan dan negeri akan runtuh bukan karena presiden berasal dari Ikhwanul Muslimin, dan bukan karena hanya satu partai politik yang berkuasa. Negeri ini ambruk karena pemerintahnya gagal. Benar-benar gagal,” kata penerima Nobel Perdamaian ini.

Elbaradei juga mendesak Mursi segera menggelar pemilu yang dipercepat. “Kami ingin pemilu kembali digelar dan ingin membangun kembali fondasi rumah yang sudah hancur,” ucap dia.

Halaman12
Editor: Halmien
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas