Jumat, 4 September 2015
Home » Kolom » Tajuk

Mengejar Sertifikasi

Selasa, 13 Agustus 2013 00:43

USAI Salat Id 1434 H lalu, ada pemandangan unik. Di antara hamparan lembaran berbagai koran yang menjadi alas sajadah, ada satu yang menjadi perhatian sekelompok jamaah. Mereka berhenti kemudian memungut lembaran yang memuat headline berjudul ‘Sertifikasi 1.500 Guru Terancam Dicabut’.

Boleh jadi ibu-ibu yang memungut lembaran itu adalah para pendidik atau guru, dan sangat boleh jadi pula mereka adalah bagian dari seribu lebih guru yang terancam kehilangan tunjangan bulanan bernama sertifikasi yang jumlahnya sangat lumayan yaitu satu bulan gaji.

Jadi sangat wajar bila mereka memberikan atensi ekstra lebih ketika menanggapi berita seputar itu sehingga merasa perlu membaca ulasannya walaupun di halaman koran edisi lama yang sudah menjadi ‘sampah’.

Dan, berita tentang ancaman pemberhentian menerima sertifikasi bagi guru yang tidak memenuhi syarat yaitu mengajar 24 jam mata pelajaran dalam sepekan, kini terus bergulir dan menjadi pembahasan stake holder masalah ini.

Walau jumlah pasti masih belum bisa dirinci karena menunggu deadline berkas masuk yaitu sampai pertengahan Agustus ini, namun banyak yang sudah cemas menunggu batas waktu tersebut. Itu bukan hanya terjadi di kalangan guru Banua, tetapi secara nasional.

Tidak bisa dipungkiri dana sertifikasi sudah terlanjur menjadi ‘darah segar tambahan’ bagi kalangan guru mengingat dana yang salurkan untuk setiap pendidik yang menerima sangat lumayan. Bahkan, dengan dana sertifikasi itu pula secara signifikan kesejahteraan guru meningkat.

Dana yang semula sebagai award atau penghargaan bagi guru profesional yang memenuhi syarat itu terlanjur dianggap sebagai tambahan permanen, sehingga banyak yang lupa untuk mempertahankan kualitas mengajar.

Halaman12
Editor: Dheny Irwan Saputra
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas