Rabu, 1 Juli 2015

Eks RSBI Ngotot Pungut Dana

Jumat, 23 Agustus 2013 04:43

Eks RSBI Ngotot Pungut Dana
Ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Praktik pungutan tidak diharamkan di bekas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Selain SMAN 7, SMAN 1 Banjarmasin sudah menyiapkan paket pungutan terhadap siswa baru.

Chairil Anwar, Kepala SMAN 1 Banjarmasin, berdalih pungutan itu berpedoman pada Permendiknas 48 Tahun 2008 tentang Standar Pembiayaan Pendidikan. “Intinya, pembiayaan pendidikan ditanggung pemerintah dan masyarakat. Masyarakat yang dimaksud adalah orangtua siswa,” jelasnya, Kamis (22/8).

Itu sebabnya, sebut dia, pungutan berupa uang pembinaan pendidikan akan diberlakukan bagi siswa baru. “Setiap siswa kelas X dipungut sebesar Rp 3,5 juta,” ungkapnya.

Besaran pungutan Rp 3,5 juta itu jika dikalikan jumlah siswa baru (kelas X) sebanyak 252 orang, dana yang didapat mencapai Rp 882.000.000.

Menurut Chairil, dana yang terkumpul itu akan digunakan untuk pemeliharaan, rehab selasar, pembelian tempat duduk permanen, perbaikan meja dan kursi. “Untuk mengeramik selasar saja perlu ratusan juta,” tuturnya.

Disinggung dana BOS, menurut dia subsidi Rp 40 ribu per siswa --yang rencananya dinaikkan menjadi Rp 60 ribu-- digunakan untuk berbagai keperluan. Seperti pendaftaran peserta didik baru (PPDB), subsidi siswa miskin, kegiatan kesiswaan, pengadaan buku yang tidak disediakan pemerintah.

Tidak jauh berbeda, Kaspul Anwar, kepala SMPN 1 Banjarmasin berdalih pungutan terhadap siswa baru diperbolehkan mengacu pada Surat Edaran No 017/MPK/SE/2013 Kemendikbud pada 30 Januari lalu.

Halaman12
Editor: Anjar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas