Yusran Pare: Ombudsman Mitra Kerja Dinamis Media Massa

Diskusi yang digagas Ombudsman RI Perwakilan yang bertema Media, Sinergi Ombudsman

Yusran Pare: Ombudsman Mitra Kerja Dinamis Media Massa
banjarmasinpost
Pemred BPost Group, Yusran Pare 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Diskusi yang digagas Ombudsman RI Perwakilan yang bertema Media, Sinergi Ombudsman- Media Massa Dalam Pengawasan Pelayanan Publik di Hotel Pesona Banjarmasin, Kamis (29/8) disambut gembira para peserta.

Diskusi yang menghadirkan Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Yusran Pare, Dr Syaifuddin, SH, MH dari Duta TV dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Norhalis Madjid diikuti perwakilan mahasiswa, PLN, instansi pemerintah serta akademisi.

"Kalau perlu diskusi seperti ini dilakukan sebulan sekali dengan tempat berbeda-beda. Bulan ini di Kalimantan Post, bulan depannya di Mata Banua, Duta TV dan lain-lainnya. Diskusi itu dibahas isu yang lagi panas, dengan mengundang semua elemen pelayanan publik secara bergantian," kata Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post, Yusran Pare.

Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Group, Yusran Pare mengatakan kehadiran ombudsman menjadi mitra kerja yang sangat dinamis bagi media massa dan elektronik. Keluhan yang sampaikan masyarakat hampir sama dengan ombusdman.

Yursran pun menceritakan, dulu Banjarmasin Post hanya membuat berita saja,karena keterbatasan karyawan dan cakupannya sangat luas dan di kabupaten hanya satu orang, akhirnya dibuka kolom dengan mengundang masyarakat menyampaikan aspirasi.

"Semula aspirasi masyarakat disampaikan melalui forum surat, namun pada tahun 2005/2006 diubah kebudayaan tidak lagi melalui surat tapi melalui SMS untuk dimuat Hot line," katanya.

Menurut dia, di kolom ini mengajak masyarakat berpatisiasi dalam pelayanan publik seperti berkaitan Perbankan, hotel, pemerintah agar semua menjadi baik.

"Di awal-awal booming SMS, tapi mau dikonfirmasi si pengirim tidak mau menyebutkan identitasnya. Kami mengajar masyarakat menyampaikan pendapat dan diikuti mempertanggungjawabkannya isinya," katanya.

Sekarang, kata dia, SMS disampaikan hotline disampaikan di surat pembaca harus terbit ada tanggapan sekaligus. Misalnya mengeluhkan tentang PDAM dan harus ada tanggapan. Yang menarik respon lembaga yang biasanya menjadi sasaran. Memang masih banyak ragu-ragu menyampaikan tanggapan. "PLN paling cepat menanggapi, PDAM, layanan RS dan lain-lainnay," tandasnya.

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved