• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Banjarmasin Post

Miss World Jalan Terus

Minggu, 8 September 2013 07:09 WITA
Miss World Jalan Terus
kompas.com
Sejumlah kontestan Miss World menghadiri Press Conference di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Sabtu (7/9/2013). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Meski banyak penolakan bahkan ancaman pembubaran, pemerintah menyatakan tetap menggelar ajang Miss World 2013.

Namun, gelaran kontes kecantikan itu hanya akan dilaksanakan di Bali. Sebelumnya, acara puncak akan diadakan di Sentul, Jabar.

Minggu (8/9) ini, event tersebut dimulai dan berakhir pada Kamis (28/9) mendatang.

Keputusan tersebut berdasar rapat koordinasi antara Menko Kesra Agung Laksono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo serta Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar. Hasil rapat kemudian disampaikan kepada Wakil Presiden Boediono, Sabtu (7/9).

“Acara tetap berjalan, tetapi disentralisasi di Pulau Bali dari pembukaan hingga penutupan. Terdapat perubahan-perubahan dari acara Miss World yang benar-benar disesuaikan, baik aspirasi masyarakat maupun  demi kemajuan pariwisata Indonesia,” kata Agung.

Ditegaskan dia, pemerintah menampung berbagai aspirasi dari masyarakat terkait gelaranyang diikuti perwakilan 130 negara tersebut. Selain itu juga mempertimbangan berbagai pelaksanaan yang sudah dilakukan panitia.

Agung memastikan penyelenggaraan kontes tersebut sudah disesuaikan dengan norma dan kebudayaan serta adat istiadat Indonesia. Karena itu, acara-acara yang dipandang tidak sesuai dengan norma dan budaya Indonesia ditiadakan, semisal  peragaan bikini atau pakaian renang oleh kontestan.

“Bahkan panitia meminta  peserta menggunakan pakaian daerah Indonesia. Dengan begitu, ada aspek pengenalan budaya Indonesia yang tinggi dalam ajang ini. Saya kira ini juga sangat tepat,” kata Agung,

Kepada pers, Timur menegaskan polisi siap mengamankan pelaksanaan ajang Miss World.

“Tentunya dilakukan oleh kepolisian daerah setempat dan dibantu seluruh unsur, termasuk masyarakat. Jumlah personel disesuaikan kondisi,” ucap dia.

Mengenai sentralisasi acara di Bali, Sapta menegaskan bukan karena adanya ancaman pembubaran. “Saya rasa tidak ada ancaman seperti itu. Yang ada pendapat-pendapat dari masyarakat. Dengan pertimbangan yang matang, semua diselenggarakan di Bali. Aspirasi masyarakat yang menghendaki Miss World diadakan di Bali, juga kami hargai. Jadi saya rasa nggak ada masalah,” ujar Sapta.

Dia juga menegaskan ajang tersebut merupakan salah satu cara untuk mempromosikan Indonesia ke dunia. Para peserta akan bercerita tentang Indonesia saat mereka kembali ke negaranya.

Sementara, dalam rilisnya, panitia menyatakan pembukaan di Nusa Dua, Bali disiarkan secara langsung di 160 negara. Jumlah ini memecahkan rekor karena biasanya hanya live di 120 negara.

Pada pembukaan, panitia akan menyajikan beragam pertunjukan kebudayaan Indonesia mulai dari Tari Kecak hingga Tari Kipas Cendana yang akan dibawakan oleh 16 kontestan Miss World 2013.

Sebelumnya, banyak kalangan terutama ormas Islam yang menolak gelaran itu. Salah satunya adalah Front Pembela Islam (FPI).  Bahkan, Ketua FPI Rizieq Shihab mengatakan siap melakukan perlawanan dalam  bentuk apa pun untuk membatalkan Miss World 2013. “Jika Miss World tetap dilangsungkan, kami siap berperang!” ujarnya. (tribunnews/rik/kps)

Miss World 2013
- Lokasi: Bali
- Peserta: 130 negara
- Tuan rumah: Indonesia
- Wakil Indonesia: Vania Larissa (Kalbar)
- Pembeda: tidak ada sesi busana renang (bikini)
- Promosi: siaran langsung di 160 negara
- Miss World 2013: Yu Wenxia (Cina)

Editor: Syamsudin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
230342 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas