Sukiyo Sudah Diminta Tidak Antre

Warga Pasar Baru, Sukiyo (74), meninggal saat berdesakan di halaman masjid, Rabu (16/10/2013).

Sukiyo Sudah Diminta Tidak Antre
Kompas Images/ Vitalis Yogitrisna
Seorang bocah menangis histeris usai terjadi kericuhan saat pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/10/2013). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kericuhan mewarnai pembagian daging hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta. Warga Pasar Baru, Sukiyo (74), meninggal saat berdesakan di halaman masjid, Rabu (16/10/2013).

Akibat aksi dorong antarpengantre, setidaknya sembilan orang juga luka-luka dan pingsan sehingga menjalani perawatan di rumah sakit.

Karena kericuhan itu, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Ya’qub mengatakan segera mengevaluasi distribusi daging kurban.

“Meskipun ditangani badan pengelola dan pelaksana Masjid Istiqlal, secara moral saya juga bertanggung jawab, apalagi ada yang sampai meninggal. Kami segera lakukan evaluasi,” ujarnya.

Secara tegas, Ali juga mengatakan jika pembagian daging tidak bisa dikelola secara baik dan profesional, akan lebih baik jika tidak ada penyembelihan dan pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal. Pada tahun ini, berdasar kartu yang dibagi, daging hewan kurban di masjid terbesar di Asia Tenggara itu diberikan untuk 2.137 penerima laki-laki dan 3.125 orang perempuan.

“Kami akan tawarkan opsi. Tahun depan Masjid Istiqlal hanya menerima hewan kurban tapi penyembelihan dan pembagiannya akan diserahkan ke masjid-masjid lain di Jakarta. Menurut saya itu solusi yang paling aman,” ucap dia.

Menurut Ali, panitia sebenarnya sudah berupaya mengantisipasi dengan meminta bantuan aparat kepolisian. Sekitar 200 polisi dan tentara gabungan Polsek Sawah Besar, Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, dan Komando Rayon Militer (Koramil) sudah dikerahkan. Jalur pembagian juga dibagi antara laki-laki dan perempuan. Namun, kericuhan tak dapat terhindarkan.

Kabag Operasi Polres Jakarta Pusat, AKBP Apollo Sinambella mengatakan, awalnya distribusi yang berlangsung cukup tertib. Tapi kemudian berangsur-angsur terjadi saling dorong.

“Di tengah aksi dorong itu seorang pria tua meninggal. Juga ada beberapa orang yang harus dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Kericuhan bermula dari serbuan orang yang merangsek masuk ke halaman masjid usai Salat Subuh. Begitu masuk mereka langsung mendorong barisan orang yang sudah terlebih dulu antre. Akibatnya, warga yang antrean depan berjatuhan. Di antara mereka yang bisa berdiri namun tidak sedikit yang terinjak pengantre lain.

Halaman
12
Editor: Ahmad Rizky Abdul Gani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved