Rabu, 26 November 2014
Banjarmasin Post

Mistik di Balik Penemuan Pedang Berlapis Emas di Aceh

Jumat, 15 November 2013 12:24 WITA

Mistik di Balik Penemuan Pedang Berlapis Emas di Aceh
SERAMBI INDONESIA / M ANSHAR
Warga memotret pedang kuno di kantor Geuchik Gampong Pande, Kutaraja, Banda Aceh, Rabu (13/11/2013). Dua bilah pedang berlapis emas dan bertuliskan Shaver Cool VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) ditemukan warga yang sedang mencari koin emas di Kuala Krueng Geudong Gampong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANDA ACEH — Rizwan (26), pemuda asal Kabupaten Langsa, yang menemukan harta karun berupa sepasang pedang bertuliskan VOC dan berlapis emas pada Rabu (13/11/2013) sore, sempat hilang tiba-tiba setelah pedang yang ditemukan disita oleh aparat Desa Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh.

Akhirnya, Kamis (14/1/2013) siang, pemuda itu muncul dan menemui Wakil Wali Kota Banda Aceh untuk menjelaskan kronologi penemuan pedang olehnya.

"Saya saat sampai ke lokasi penemuan pedang itu dalam kondisi tidak sadar. Waktu pergi dari rumah, saya memang dalam kondisi sadar," kata Rizwan kepada Kompas.com saat ditemui di kantin samping Kantor Wali Kota Banda Aceh.

Rizwan mengaku menemukan pedang peninggalan sejarah ini setelah ia bermimpi tiga malam yang lalu. Dalam mimipinya, ada yang berpesan menyuruh Rizwan untuk mengambil sepasang pedang di rawa-rawa, kawasan Gampung Pande.

"Dalam mimpi, saya disuruh ambil pedang itu untuk saya simpan dan saya rawat. Saya sudah mencari pedang itu sejak hari Rabu (13/11/2013) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, sampai pagi saya cari tidak dapat. Lalu, siangnya sekitar pukul 14.00 WIB, saya kembali ke lokasi tersebut untuk mencari, namun sore baru saya dapat," jelasnya.

Saat Rizwan mencari pedang itu, ia sempat direkam oleh rekannya yang bernama Mansur dengan menggunakan handycam. Dalam rekaman video saat diperlihatkan oleh Mansur kepada wartawan, terlihat mulai dari Rizwan sedang mencari hingga saat menemukan pedang.

"Ini videonya, saya sempat rekam dari awal saat Rizwan menemukan pedang itu," kata Mansur.

Namun, video utuh yang diabadikan oleh Mansur tidak diberikan kepada wartawan.

Jika pedang peninggalan bersejarah itu disita oleh pemerintah, Rizwan berharap ada penghargaan atau kompensasi untuknya yang menemukan.

"Saya harap pemerintah Kota Banda Aceh juga memugar lokasi tempat saya temukan pedang itu karena di situ ada banyak kuburan ulama Aceh terdahulu," ujar Rizwan.

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas