Enam Sosialita di Sel Anggrek

Tujuh hari sudah Gubernur Banten Atut Chosiyah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta.

Enam Sosialita di Sel Anggrek
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ratu Atut Chosiyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Tujuh hari sudah Gubernur Banten Atut Chosiyah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta. Dia masih menjalani masa pengenalan di kamar paviliun Cendana Blok C13 bersama 15 tahanan lain.

Nanti, seusai masa pengenalan, tersangka kasus dugaan suap sengketa Pemilukada Lebak di Mahkamah Kontitusi (MK) itu dikabarkan menghuni kamar tahanan (sel) sendiri di Blok Anggrek.

Menyebut Blok Anggrek, seakan membuka kembali kenangan buruk tentang adanya pelayanan istimewa untuk tahanan/napi berduit. Pada 2010 lalu, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum memergoki adanya fasilitas di luar kepatutan.

Betapa tidak, ada sel atau ruang yang memiliki alat pengatur suhu, televisi, kamar mandi dengan toilet duduk mewah, ranjang bayi, kulkas, komputer yang memiliki jaringan internet bahkan dilengkapi ruang karaoke.

Salah satu sosok yang menempati sel khusus itu adalah Artalyta Suryani. Dia adalah napi kasus suap terhadap jaksa di Kejagung, Urip Tri Gunawan. Begitu dipergoki Satgas, ruang khusus-ruang khusus itu dan pengelola rutan kabarnya langsung ‘dibersihkan’.

Terlepas dari pengalaman itu, di antara penghuni Rutan Pondok Bambu terdapat beberapa sosialita. Mereka antara lain, pengusaha Siti Hartati Murdaya Poo yang terjerat kasus suap pengurusan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit di Buol, Sulteng dan Angelina Sondakh, mantan anggota DPR yang terlibat kasus permainan anggaran proyek di Kemenpora dan Kemendiknas.

Selain itu ada juga Nunun Nurbaetie. Dia adalah istri anggota DPR Adang Darajatun, yang terlibat kasus suap terkait pemilihan deputi gubernur Bank Indonesia pada 2004 yang dimenangi Miranda S Goeltom (sudah ditahan). Napi kasus ‘penggelapan’ dana nasabah, Inong Malinda Dee juga mendekam di blok ini.

Saat ini, Atut belum bisa mencicipi fasilitas ‘wah’ Rutan Pondok Bambu. Ia bahkan dikabarkan dipelonco tahanan lain. Atut disoraki para tahanan lain saat memasuki ruangannya. Tidak hanya disoraki, Atut juga diminta untuk bernyanyi bersama 16 tahanan lain.

Meski memenuhinya, Atut hanya menunduk dan tidak mengucapkan apa-apa.

Salah Kaprah

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved