Jatah Suap Ketua DPRD Rp 100 Juta

Ada perkembangan baru dari kasus dugaan suap terhadap pimpinan dan anggota DPRD Seruyan, Kalteng. Ketua DPRD Achmad Sudardji

Jatah Suap Ketua DPRD Rp 100 Juta
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
H Bahar tersangka penyuap ketua dan wakil ketua serta anggota DPRD Kabupaten Seruyan saat di ruang tahanan Mapolda Kalteng,Jumat (27/12/2013). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SERUYAN - Ada perkembangan baru dari kasus dugaan suap terhadap pimpinan dan anggota DPRD Seruyan, Kalteng. Ketua DPRD Achmad Sudardji dikabarkan sudah menerima uang suap Rp 30 juta dari jatahnya, Rp 100 juta.

Berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polres Seruyan, Sudardji sudah terlebih dulu meminta uang muka sebesar Rp 30 juta kepada penyedia uang, Baharudin. Pria yang akrab disapa Haji Bahar ini adalah wakil ketua DPRD Seruyan sekaligus direktur PT Windu Seruyan.

Adalah dua kurir pemberian uang suap yang diduga untuk mendapatkan proyek yang dibiayai APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) 2014 itu, M Yusuf –anak Bahar– dan M Yamin yang mengungkapkan jatah Sudardji.  Mereka mengatakan jatah pimpinan dewan adalah Rp 100 juta. Namun, saat ditangkap penyidik Polres Seruyan di rumah dinas Sudardji, barang bukti yang disita adalah uang Rp 70 juta di dalam amplop.

“Yang Rp 30 juta, menurut Yusuf, sudah diserahkan terlebih dulu. Sementara jatah untuk anggota dewan, jatahnya Rp 75 juta per orang,” ujar Kapolda Kalteng, Brigjen Bambang Hermanu di Palangkaraya, Jumat (27/12).

Bambang juga mengatakan, kasus tersebut dibagi dua kategori yakni penyuap yakni  Bahar, Yusuf dan Yamin serta penerima yakni Sudardji dan empat anggota dewan yakni Suherlina, Totok Sugiarto, Eri Anshory, dan Budiardi.

“Empat tersangka yakni AS, BHR, YM dan YS (Achmad Sudardji, Baharudin, Yamin dan Yusuf kami pindahkan (penanganannya) ke Mapolda Kalteng. Sementara empat tersangka lain masih di Seruyan,” kata Bambang.

Pemindahan itu, menurut dia, bertujuan mempermudah penyidikan karena kasus tersebut merupakan salah satu perkara yang menonjol di Kalteng, bahkan mendapat perhatian Mabes Polri.

Berdasar pantauan, Sudardji cs sudah berada di ruang tahanan Polda. Bahkan, Sudardji dan Bahar sempat duduk berdua dan berbincang-bincang di depan ruang tahanan. Namun, saat ditanya pers, keduanya enggan berkomentar.

Tim Mabes
Kasus dugaan suap yang berujung penangkapan delapan legislator itu, mendapat perhatian khusus dari Mabes Polri. Mereka mengirim tim penyidik dari Ditreskrimsus Bareskrim untuk ikut memeriksa tersangka, terutama yang dipindahkan penahanannya di Mapolda Kalteng.

Apakah Mabes Polri akan mengambil alih penyidikan kasus tersebut? Kepada pers di Jakarta, Wakapolri Komjen Oegroseno mengatakan, penyidikan masih ditangani Polres Seruyan dan Polda Kalteng. “Kalau (Polres dan Polda) menyerah, baru diambil alih,” tegas dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Edinayanti
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help