• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Banjarmasin Post

Jatah Suap Ketua DPRD Rp 100 Juta

Sabtu, 28 Desember 2013 07:33 WITA
Jatah Suap Ketua DPRD Rp 100 Juta
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
H Bahar tersangka penyuap ketua dan wakil ketua serta anggota DPRD Kabupaten Seruyan saat di ruang tahanan Mapolda Kalteng,Jumat (27/12/2013). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SERUYAN - Ada perkembangan baru dari kasus dugaan suap terhadap pimpinan dan anggota DPRD Seruyan, Kalteng. Ketua DPRD Achmad Sudardji dikabarkan sudah menerima uang suap Rp 30 juta dari jatahnya, Rp 100 juta.

Berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polres Seruyan, Sudardji sudah terlebih dulu meminta uang muka sebesar Rp 30 juta kepada penyedia uang, Baharudin. Pria yang akrab disapa Haji Bahar ini adalah wakil ketua DPRD Seruyan sekaligus direktur PT Windu Seruyan.

Adalah dua kurir pemberian uang suap yang diduga untuk mendapatkan proyek yang dibiayai APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) 2014 itu, M Yusuf –anak Bahar– dan M Yamin yang mengungkapkan jatah Sudardji.  Mereka mengatakan jatah pimpinan dewan adalah Rp 100 juta. Namun, saat ditangkap penyidik Polres Seruyan di rumah dinas Sudardji, barang bukti yang disita adalah uang Rp 70 juta di dalam amplop.

“Yang Rp 30 juta, menurut Yusuf, sudah diserahkan terlebih dulu. Sementara jatah untuk anggota dewan, jatahnya Rp 75 juta per orang,” ujar Kapolda Kalteng, Brigjen Bambang Hermanu di Palangkaraya, Jumat (27/12).

Bambang juga mengatakan, kasus tersebut dibagi dua kategori yakni penyuap yakni  Bahar, Yusuf dan Yamin serta penerima yakni Sudardji dan empat anggota dewan yakni Suherlina, Totok Sugiarto, Eri Anshory, dan Budiardi.

“Empat tersangka yakni AS, BHR, YM dan YS (Achmad Sudardji, Baharudin, Yamin dan Yusuf kami pindahkan (penanganannya) ke Mapolda Kalteng. Sementara empat tersangka lain masih di Seruyan,” kata Bambang.

Pemindahan itu, menurut dia, bertujuan mempermudah penyidikan karena kasus tersebut merupakan salah satu perkara yang menonjol di Kalteng, bahkan mendapat perhatian Mabes Polri.

Berdasar pantauan, Sudardji cs sudah berada di ruang tahanan Polda. Bahkan, Sudardji dan Bahar sempat duduk berdua dan berbincang-bincang di depan ruang tahanan. Namun, saat ditanya pers, keduanya enggan berkomentar.

Tim Mabes
Kasus dugaan suap yang berujung penangkapan delapan legislator itu, mendapat perhatian khusus dari Mabes Polri. Mereka mengirim tim penyidik dari Ditreskrimsus Bareskrim untuk ikut memeriksa tersangka, terutama yang dipindahkan penahanannya di Mapolda Kalteng.

Apakah Mabes Polri akan mengambil alih penyidikan kasus tersebut? Kepada pers di Jakarta, Wakapolri Komjen Oegroseno mengatakan, penyidikan masih ditangani Polres Seruyan dan Polda Kalteng. “Kalau (Polres dan Polda) menyerah, baru diambil alih,” tegas dia.

Oegroseno menegaskan tidak khawatir terhadap kemungkinan adanya tekanan terhadap Polres Seruyan dan Polda Kalteng saat menyidik kasus tersebut.

“Kami baru khawatir jika tekanan itu dari Tuhan. Ini cuma ditekan manusia,” kata mantan Kepala Divisi Propam Mabes Polri itu.

Kapolres Seruyan AKBP Heska Wahyu Widodo saat dihubungi menegaskan penyidiknya terus mengembangkan kasus itu guna mengetahui ada-tidaknya orang lain yang terlibat. Dia mengatakan, selain menyita uang bukti Rp 2,8 miliar, penyidik juga melakukan beberapa kali penggeledahan dan menyita dokumen-dokumen terkait kasus tersebut.

Penggeledahan pertama dilakukan sehari setelah penangkapan, Selasa (24/12), di kantor Dinas Pekerjaan Umum Seruyan. Selang sehari kemudian, penggeledahan juga dilakukan di rumah Bahar lalu rumah Yusuf dan rumah Yamin. Informasi yang beredar menyebutkan Yusuf dan Yamin adalah caleg untuk DPRD Seruyan.

Yusuf dari Partai Gerindra dan Yamin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Semua tempat yang digeledah itu sudah kami pasangi police line. Dokumen-dokumen yang kami sita terkait pengadaan proyek 2014,” kata Heska.

(tur/tribunnews/adi)

Barang bukti
- 22 Amplop masing-masing Rp 75 juta
- 3 Amplop masing-masing Rp 70 juta
- 2 Amplop masing-masing Rp 100 juta
- 1 Amplop berisi Rp 130 juta
- 1 Mobil Suzuki Escudo H 7697 YC
- Slip penarikan uang
- Buku tabungan

Editor: Edinayanti
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
333862 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas