Ingat! Hipertensi Bukan Sekadar Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi sering kali diartikan sebagai tekanan darah tinggi. Namun, ternyata hipertensi tidak sesederhana itu.

Ingat! Hipertensi Bukan Sekadar Tekanan Darah Tinggi
net
Ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID — Hipertensi sering kali diartikan sebagai tekanan darah tinggi. Namun, ternyata hipertensi tidak sesederhana itu. Menurut dokter spesialis ilmu penyakit dalam Suhardjono, hipertensi merupakan kondisi yang melibatkan beberapa komplikasi sekaligus di dalam tubuh.

"Hipertensi tidak hanya sekadar peningkatan tekanan darah, tetapi juga berarti obesitas, penurunan kelenturan arteri, disfungsi endotel, abnormalitas metabolisme glukosa, disfungsi hormon saraf, dan perubahan fungsi ginjal," ujar dokter dengan subspesialis ginjal-hipertensi ini dalam konferensi pers "The 8th Annual Meeting of Indonesian Society of Hypertension" pada Jumat (7/3/2014) di Jakarta.

Selain itu, lanjut dia, hipertensi juga dapat berarti perubahan mekanisme pembekuan darah, abnormalitas metabolisme insulin, disfungsi, dan penebalan dinding ruang jantung, aterogenesis (penumpukan plak di pembuluh darah), dan abnormalitas metabolisme lemak.
Karena itu, Suhardjono menekankan, hipertensi jelas merupakan kondisi yang sangat besar risikonya. Sayangnya, masih banyak orang dengan hipertensi yang masih belum mengetahui dirinya mengalami kondisi tersebut sehingga belum menerima pengobatan yang benar.

"Hampir 74 persen orang dengan hipertensi tidak tahu mengalami hipertensi. Jumlah ini besar dibandingkan dengan orang yang memperoleh pengobatan terkontrol," ujar Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Di Indonesia, prevalensi hipertensi cukup tinggi. Menurut National Basic Health Survey 2013, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 15-24 tahun adalah 8,7 persen, pada kelompok usia 25-34 tahun adalah 14,7 persen, 35-44 tahun 24,8 persen, 45-54 tahun 35,6 persen, 55-64 tahun 45,9 persen, 65-74 tahun 57,6 persen, dan lebih dari 75 tahun adalah 63,8 persen.

Dengan prevalensi yang tinggi tersebut, hipertensi yang tidak disadari mungkin jumlahnya bisa lebih tinggi lagi. Hal ini karena hipertensi dan komplikasi jumlahnya jauh lebih sedikit daripada hipertensi tidak bergejala. Padahal, karena tidak bergejala, orang jarang yang menyadarinya.

Namun, sebenarnya hipertensi bisa dicegah dan diobati. Caranya yaitu dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup, seperti membatasi konsumsi garam, mencegah kelebihan berat badan, serta berhenti merokok.

Tags
hipertensi
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved