Pahlawan Nasional bagi PM Noor

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan, mengusulkan Allahyarham Ir Pangeran H Mohammad Noor

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan, mengusulkan Allahyarham Ir Pangeran H Mohammad Noor diberikan gelar pahlawan nasional (BPost, 13/2/2014). Surat usulan tersebut, disampaikan kepada Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan 45 Kalsel untuk diteruskan kepada Pemerintah Pusat, agar bisa dikabulkan.

Usulan dari MUI Kalsel sebagai bagian dari komponen warga Banua, berdasarkan fakta dan data. HM Noor (almarhum) adalah pejuang dalam merebut kemerdekaan di tanah Borneo, sekaligus menjabat Gubernur Borneo pertama berkedudukan di Yogyakarta. Ia juga pernah menugaskan Hassan Basry dan Tjilik Riwut, berjuang di Kalimantan merebut kemerdekaan.

Selain itu, Mohammad Noor merupakan tokoh pejuang yang berhasil mempersatukan pasukan pejuang kemerdekaan di Kalimantan ke dalam basis perjuangan yang diberi nama Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan di bawah pimpinan H Hassan Basry (1945-1949). Juga sebagai anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Fakta sejarah yang bersifat monumental, Mohammad Noor merupakan penggagas pemanfaatan Proyek Sungai Barito (Barito River Project), antara lain pembangunan Bendungan Riam Kanan (1967) di Aranio, Banjar, Kalsel. Terhadap jasa dan pengabdian tersebut, dia menerima Anugerah Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Utama III (1973).

Setelah menginventarisasi fakta sejarah yang antara lain disebutkan tadi, usulan MUI Kalsel yang ditandatangani ketua umum H Ahmad Makkie BA dan sekretaris umum Drs HM Fadhly Mansoer, berkesimpulan bahwa Mohammad Noor adalah putra terbaik bangsa yang pantas dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Terhadap karier yang diukir di zamannya dan pengakuan mengenai ketokohan, antara lain sebagai insinyur sipil pada Departemen Verkeer & Waterstaat (1927), terpilih sebagai Lid Volksraad mewakili daerah Kalimantan (1931-1939), sehingga wajar kalau warga Banua (Kalsel) mengusulkan, agar Mohammad Noor diberi gelar pahlawan nasional.

Karier di bidang militer antara lain, mengirim rombongan ekspedisi Rahadi Usman ke Kalbar (1945), mengirim rombongan ekspedisi Firmansyah, Kapten Mulyono, Mustafa Ideham ke Kalsel; Tjilik Riwut ke Kalteng (1946) dan pembentukan pasukan M (ohammad) N (oor) 1001 oleh Tjilik Riwut di Kalimantan (1946).

Dalam bidang politik dan pemerintahan, Mohammad Noor tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara Republik Indonesia (DPRS RI) pada 1950-1956, Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 Maret 1956-14 Maret 1957) dan Kabinet Karya (9 April 1957-10 Juli 1959).

Selain itu, anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA RI) pada orde baru (1968-1973); selanjutnya diangkat oleh Gubernur Kepala Daerah Provinsi Kalsel sebagai Penasihat Khusus Bidang Pembangunan (1973). Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode (1971-1977).

Proses usulan, agar Mohammad Noor diberikan gelar pahlawan nasional tentu saja tidak instan. Proses itu melalui usulan dari pemerintah daerah di mana sang tokoh mengukir banyak sejarah, juga tentunya akan dibahas Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan pada Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Namun demikian, keinginan tidak hanya datang dari MUI Kalsel, barangkali warga Banua Kalsel, Kalteng, Kalbar juga turut mengusulkan agar dianugerahi gelar pahlawan nasional bagi Ir Pangeran HM Noor. Tampaknya, ini perlu dan segera disikapi oleh pemerintah daerah untuk melanjutkan usulan dimaksud.

Memang, usulan harus terlebih dahulu diajukan oleh masyarakat. Setelah itu, ada tim penilai yang akan meneliti; apakah usulan tersebut bisa diterima atau tidak. Pahlawan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, pejuang yang gagah berani; hero.

Karena kriteria itulah, sehingga diperlukan proses dan mekanisme yang tidak mudah untuk sebuah gelar pahlawan nasional. Semua itu sangat tergantung pemerintah daerah, dan sebagai orang yang banyak berkiprah di Banua ini, jangan sampai duluan orang mengusulkan. Semoga. (*)

Editor: Dheny Irwan Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved