BanjarmasinPost/

Korupsi dan Sekolah Rusak

PENUNJANG sekolah yang mendukung terlaksananya belajar mengajar, adalah sekolah dan fasilitas pendukung lainnya.

Topik Minggu ini: Masih Banyak Bangunan Sekolah Memprihatinkan

Oleh: Sri Purwaningsih
Romadhon SPd I
Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga

PENUNJANG sekolah yang mendukung terlaksananya belajar mengajar, adalah sekolah dan fasilitas pendukung lainnya. Sayangnya, berita yang mengabarkan banyaknya sekolah rusak tidak juga usai.

Berita di beberapa media online, misalnya pelita online.com, menyebut; Termakan Usia, Di Bekasi 3.224 Gedung SD dan SMP Rusak. Kemudian, di detik.com; 200 Bangunan Sekolah di Jakarta jadi Korban Banjir, dan di republika.co.id; Tahun ini 1.778 Bangunan Sekolah di Purbalingga Rusak.

APBN 20 persen untuk pendidikan bukan hanya khusus sekolah, tetapi mencakup gaji seluruh guru dan dosen, fasilitas, rapat-rapat kemendiknas, kepentingan pendidikan (seminar, simposium, penelitiaan, beasiswa, dana BOS dan lain-lain), serta sekian kebutuhan sekolah.

Dana BOS yang dikucurkan setiap tahunnya untuk sekolah swasta dan negeri. Kenyataannya, banyak dikorupsi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Adanya dana BOS membantu menangani sekolah rusak, sehingga siswa tidak dirugikan. Bahkan, pernah terjadi sekolah roboh saat peristiwa belajar mengajar.

Semoga pemerintah lebih ketat mengawasi kucuran dana hingga sampai ke tiap sekolah. Dan, gunakan arsitek andal negeri ini untuk merancang sekolah dan mengawasi pembangunan, agar tidak ada lagi korupsi bahan bangunan yang merugikan civitas sekolah. (*)

Editor: Dheny Irwan Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help