BanjarmasinPost/

Tanamkan Kemandirian Sejak Dini

KASUS pelecehan yang ditemukan di Jakarta International School (JIS), membuat hati setiap orangtua miris dan khawatir terhadap keselamatan anaknya.

Topik Minggu ini: Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Meningkat

Oleh: Sri Purwaningsih Romadhon SPd I
Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga

KASUS pelecehan yang ditemukan di Jakarta International School (JIS), membuat hati setiap orangtua miris dan khawatir terhadap keselamatan anaknya. Betapa tidak, sekolah yang menjadi rumah kedua anak kita tidak luput dari incaran oknum yang merusak masa depan mereka.

Banyak pihak menuding bahwa ini kelalaian sekolah ‘super ketat’ tersebut, karena tidak terbuka dalam penyelenggaraan pendidikan TK (Taman Kanak-kanak). Di mana orangtua tidak boleh menunggui anaknya seperti TK-TK umum lainnya. Ada pula yang mengatakan sekolah tidak salah, hanya ‘kecolongan’ akibat tim cleaning service yang berbuat amoral.

Ternyata kasus ini ibarat gunung es. Setelah kasus JIS perlahan terkuak, muncul berbagai kasus serupa bahkan sudah berjalan lama namun tak tercium keamanan maupun KPAI.

Sebagai usaha nyata yang bisa dilakukan orangtua adalah memberi bekal agama sejak dini, agama menuntut setiap orang pada kebenaran termasuk anak kecil sekalipun.

Dengan bimbingan agama akan ada perasaan mandiri, tanggung jawab, moral yang kuat yang berimbas pada perasaan malu. Contohnya ketika sudah masuk sekolah bisa buang air sendiri dan malu bila dilihat/dibantu orang dewasa. Ini bergantung juga pada pola asuh di rumah, ketika anak sudah terbiasa mandiri maka ia akan bisa memenuhi kebutuhan dirinya, tanpa meminta bantuan orang lain untuk hal-hal yang spesifik seperti buang air kecil tersebut.

Kita tak bisa menyalahkan siapa pun. Tentu ini menjadi peringatan penting bagi setiap orangtua, pendidik dan stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan.

Globalisasi memudahkan segala informasi masuk, maka butuh benteng agama yang kuat melalui pembiasaan baik di rumah, sekolah dan lingkungan untuk menangkal segala gangguan. Terakhir, senjata paling ampuh yaitu doa. Karena doa orangtua untuk anaknya amatlah mustajab. (*)

Editor: M Fadli Setia Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help