18 Penjudi Bola Beromzet Puluhan Miliar Ditangkap

Aparat negara-kota itu hanya menyebutkan ke-18 tersangka terdiri dari 16 perempuan dan dua pria,

18 Penjudi Bola Beromzet Puluhan Miliar Ditangkap
Budi Malau/Warta kota
Tersangka judi bola online 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aparat Singapura telah menahan 18 orang yang dituding terlibat jaringan judi illegal sepakbola bernilai jutaan dollar AS.

Dalam keterangan resmi, Kepolisian Singapura menyatakan: “Investigasi awal mengungkap bahwa para tersangka menerima taruhan sepakbola yang mencapai S$8 juta (sekitar Rp73,1 miliar) dalam kurun dua pekan terakhir.”

Aparat negara-kota itu hanya menyebutkan ke-18 tersangka terdiri dari 16 perempuan dan dua pria, namun tidak membeberkan kewarganegaraan mereka.

Dari para tersangka, polisi menyita uang tunai sebesar S$1,4 juta (sekitar Rp12,8 miliar), komputer, telepon seluler, dan sejumlah dokumen berisi catatan taruhan dan transaksi bank.

“Para bandar dan pejudi yang mengira mereka bisa bersembunyi di balik anonimitas di internet untuk berbuat kriminal harus berpikir dua kali. Polisi akan menemukan mereka serta mendakwa baik bandar maupun pejudi dengan maksimal,” kata Deputi Asisten Komisaris Polisi Kenny Tan.

Judi olahraga di Singapura hanya dapat dilakukan melalui rumah judi yang mendapat ijin pemerintah. The Singapore Totalisator Board, yang mengelola dua rumah judi dan lotere, mengaku memiliki pemasukan sebesar US$983,3 juta atau Rp11,2 triliun dari populasi Singapura sebanyak 5,4 juta orang.
Judi ilegal

Meski pemerintah Singapura memberi wadah legal untuk berjudi, ada belasan rumah judi ilegal di negara tersebut. Rumah judi-rumah judi tersebut diduga berada di balik sejumlah insiden pengaturan skor pertandingan olahraga.

Pada Juni tahun lalu, misalnya, polisi membekuk tiga wasit asal Libanon yang dituduh mengatur hasil pertandingan sepakbola dengan imbalan layanan seks.

Berdasarkan laporan lembaga Pusat Keamanan Olahraga Internasional yang berbasis di Doha, Qatar, sejumlah sindikat di Asia mencuci uang melalui taruhan ilegal olahraga, terutama sepakbola. Jumlah uang yang dicuci lewat judi ilegal tersebut mencapai lebih dari US$140 miliar (Rp160 triliun).

Para peneliti di Universitas Sorbonne, Prancis, pun menyebutkan bahwa sebanyak 53% taruhan ilegal olahraga di dunia berasal dari Asia.

Selain sepakbola, para peneliti mengatakan taruhan ilegal telah mempengaruhi hasil pertandingan kriket, tenis, bola basket, badminton, dan balapan otomotif.

Editor: Halmien
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help