Tingkatkan Kualitas Diklat

KURIKULUM 2013 sejatinya dicanangkan oleh bapak Mendiknas Muhammad Nuh dan timnya untuk mempersiapkan

Topik Minggu ini: Kurikulum 2013 Momok Bagi Guru?

Oleh: Sri Purwaningsih Romadhon SPd I
Mahasiswa S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

KURIKULUM 2013 sejatinya dicanangkan oleh bapak Mendiknas Muhammad Nuh dan timnya untuk mempersiapkan generasi emas 2045, yang menandai 100 tahun Indonesia merdeka. Kurikulum ini sangat penting dalam mempersiapkan tantangan masa depan yang lebih berat, mengandalkan kreativitas, dan afektif yang lebih diseimbangkan dengan kognitif dan psikomotor.

Kini penerapan kurikulum 2013 dilakukan serentak disemua sekolah. Model kurikulum ini tentu sangat bagus karena yang menyusunnya adalah pakar-pakar pendidikan terbaik dan berkompetensi tinggi. Kompetensi yang dituntut dari guru adalah merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang formatnya sudah disediakan. Banyak guru yang ketika bertemu saling bertanya, mengeluh dan bingung dengan penerapannya. Diklat yang dicanangkan memang belum selesai dilakukan, juga pasokan buku ke berbagai daerah belum semuanya dapat. bahkan buku tersebut sementara dpasok dari penerbit yang disetujui kemendiknas. Memang terlihat ketidaksiapan dari pemerintah namun ikhtiar ini perlu diapresiasi untuk memperbaiki mutu pendidikan kita dimasa mendatang.

M Nuh setiap kali disampaikan mengenai kebingungan guru, selalu menjawab bahwa pihak gurulah yang belum memahami total bagaimana kurikulum 2013. Ya memang wajar, tahun 2013 saja hanya beberapa sekolah unggul yang ditunjuk menerapkan kurikulum ini. Padahal, sekolah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat banyak jumlahnya.

Tentu dengan hal seperti ini sulit mengharapkan hasil yang maksimal. Karena suksesnya sebuah pembelajaran bukan hanya kurikulumnya yang bagus, yang berperan pokok di dalamnya adalah guru.

Apakah mungkin dengan kurikulum yang sedemikian bagusnya bisa menghasilkan anak didik yang brilian tanpa guru yang hebat? Mustahil. Maka perlu ditingkatkan lagi diklat dan pelatihan terhadap guru agar semua pihak dapat bersinergi dengan baik. Perlu ada kerja sama antara pemerintah selaku pembuat kurikulum 2013 dan pelaksana di lapangan yaitu guru. (*)

Editor: Dheny Irwan Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help