Mau Bebas Hipertensi? Ayo Bergerak

Pemahaman bahaya dari gaya hidup yang tidak aktif atau sendentary masih sangat rendah.

Mau Bebas Hipertensi? Ayo Bergerak
net

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemahaman  bahaya dari gaya hidup yang tidak aktif atau  sendentary masih sangat rendah.  Bahkan mereka cenderung tidak peduli  bahaya dari gaya hidup yang tidak aktif  ini.

Padahal secara klinis, kondisi ini akan berpengaruh pada meningkatnya resiko terhadap kesehatan. Banyak penyakit dipicu karena malasnya seseorang bergerak.

"Kurang gerak akan memicu hadirnya penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi dan ganguan jantung," kata dr. Indrarti Soekotjo, Ketua Bidang Edukasi Publik Program Indonesia SeGar di Jakarta, Senin (6/10/2014).

Indonesia SeGar merupakan kependekan dari Indonesia Sehat dan Segar yakni gerakan kolaboratif yang mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk kembali hidup aktif dan tidak malas bergerak.

WHO dalam terbitannya Global Health Risk: Mortality and Burden of Deases Attributable to Selected Major Risk menunjukan bahwa kurang latihan fisik atau physical inactivity berada dalam peringkat 4 teratas penyebab kematian setelah Hipertensi, Diabetes dan merokok.

Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, menunjukan bahwa hampir separuh dari proporsi penduduk
Indonesia kelompok usia di atas 10 tahun (42 persen) masih tergolong memiliki prilaku  sendentary. (kurang beraktivitas fisik)  dan sebagaian besar terjadi di wilayah Pulau Jawa.

Bahkan, jika menilik kepada penduduk DKI Jakarta saja, lebih dari 44 persen  juga berada dalam kategori hidup dengan aktifitas fisik yang kurang.

Tags
hipertensi
Editor: Ahmad Rizky Abdul Gani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help