Banjarmasin Masuk Kota Pusaka

Sungai adalah ciri khas Banjarmasin, sejak dulu kehidupan masyarakatnya bergantung dengan aliran sungai yang ditandai rumah-rumah di tepi sungai.

Banjarmasin Masuk Kota Pusaka
banjarmasinpost.co.id/salmah
banjarmasin kota air 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sungai adalah ciri khas Banjarmasin, sejak dulu kehidupan masyarakatnya bergantung dengan aliran sungai yang ditandai rumah-rumah di tepi sungai. Sebagai bentuk kearifan lokal, di beberapa keberadaan rumah tepi sungai dan rumah lanting akan dipertahankan.

Pengamat Tata Kota, Bachtiar Noor GranDip, mengatakan, rumah lanting dan rumah tepi sungai merupakan bagian kearifan lokal yang dapat menjadikan Banjarmasin masuk kategori kota pusaka.

"Sebelumnya ada 12 kawasan yang diplot memiliki kearifan lokal, namun kemudian ditetapkan jadi 5 kawasan. Kawasan itu harus dijaga, antara lain depan Ujung Murung, Sungai Jingah dan Kuin," jelasnya.

Targetnya, Banjarmasin bisa menjadi 10 kota pusaka di Indonesia dan selanjutnya nanti bisa menjadi salah satu kota pusaka dunia yang diakui Unesco (organisasi PBB bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan Kebudayaan).

Menurut Akhmad Fanani Syaifuddin, Kadis Cipta Karya Tata ruang dan Perumahan Kota Banjarmasin, karateristik kota Banjarmasin adalah kota air, jadi akan ditinjau kembali ketentuan yang ada, apakah bisa di tempat-tempat tertentu ada perlakuan khusus, karena justru di situlah perbedaan kota kita dengan kota lain.

Nantinya di tepian sungai ada yang bisa dipertahankan dan selanjutnya bagaimana caranya menata, misalnya di kawasan khusus itu ada bangunan bersejarah, maka akan dipertahankan.

Menyangkut rumah lanting, karena bisa dipindah-pindahkan, konsepnya ke depan sedang dicoba direncanakan untuk percontohan, misalnya disinergikan ada hotel yang berada di tepi sungai.

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help