Dianggap Vulgar, Celana Dalam Comfyballs Dilarang Masuk AS

Meski dikenal sebagai negara yang liberal, nyatanya Amerika Serikat memiliki peraturan yang ketat terkait penamaan sebuah produk.

Dianggap Vulgar,  Celana Dalam Comfyballs Dilarang Masuk AS
rockdenim.no
Meski dikenal sebagai negara yang liberal, nyatanya Amerika Serikat memiliki peraturan yang ketat terkait penamaan sebuah produk. Peraturan inilah yang memicu munculnya kontroversi celana dalam pria Comfyballs yang dilarang masuk ke AS.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Meski dikenal sebagai negara yang liberal, nyatanya Amerika Serikat memiliki peraturan yang ketat terkait penamaan sebuah produk. Peraturan inilah yang memicu munculnya kontroversi celana dalam pria Comfyballs yang dilarang masuk ke AS.

Diangap memilki nama mereka yang vulgar, celana dalam asal perusahaan Skandinavia ini dilarang masuk ke Amerika Serikat, meski merek yang sama sudah masuk ke beberapa benua seperti Eropa dan Australia.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, Comfyballs sendiri memang merujuk pada kata “Comfy” yang berarti nyaman dan “Balls” atau bola yang merujuk pada tertikel pria. Nah, keberadaan kata “Balls” inilah yang membuat US Patent and Trademark Office (kantor hak paten dan merek dagang Amerika) melarang produk ini masuk ke AS. Sebuah kondisi yang pada akhirnya memicu munculnya kontroversi celana dalam pria Comfyballs.

“Dalam konteks permohonan barang, Comfyballs hanya berarti satu, yakni testikel pria. Merek ini tidak membuat atau memperpanjang ekspresi idiom (pemilihan kata). Ketika menggunakan kata 'balls' ini dapat berarti ofensif,” tutur juru bicara US Patent and Trademark Office.

Pelarangan Comfyballs masuk ke AS ini dianggap keterlaluan oleh Anders Selvig, pencipta sekaligus pendiri Comfyballs.

“Untungnya Eropa memiliki pandangan yang lebih fleksibel ketimbang apa yang dianggap vulgar. Awal tahun ini, Uni Eropa mengizinkan Comfyballs sebagai merek dagang tanpa perlu peraturan yang rumit,” tutur Selvig terkait kontroversi celana dalam pria Comfyballs yang dilarang masuk AS.  
 

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved