Wajah Wanita Muda Pencandu Narkoba Ini Jadi Mengerikan

Mikaila Tyhrust (28) dulunya merupakan sosok wanita yang atraktif, menarik, dengan rambut pirang dan kulitnya yang bersih.

Wajah Wanita Muda Pencandu Narkoba Ini Jadi Mengerikan
CAVENDISH PRESS via DAILYMAIL.co.uk
Mikaila Tyhrust sebelum dan sesudah kecanduan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mikaila Tyhrust (28) dulunya merupakan sosok wanita yang atraktif, menarik, dengan rambut pirang dan kulitnya yang bersih. Ia juga memiliki rencana masa depan yang cerah ketika masih berusia 18 tahun.

Namun, hal itu berubah sejak ia kecanduan Gamma Butyrolactone atau sejenis ekstasi cair pada 2009 lalu. Sejak saat itu, ia menderita kerusakan organ hati. Selain akibat narkoba, ia pun mengalami kehidupan suram lantaran kerap kali diperlakukan seperti layaknya boneka oleh para laki-laki.

Adapun obat yang ia gunakan ini biasa dikonsumsi melalui mulut hampir sama dengan minuman beralkohol namun dengan efek yang lebih lama dan lebih berbahaya. Obat ini akan membuat penggunanya mengalami perasaan euforia dan susah diam. Dan jika dikonsumi terus-menerus dengan dosis banyak, obat ini akan sangat membahayakan.

Selama mengalami kecanduan, perlahan-lahan mulai muncul kelainan pada kulitnya. Muncul bintik-bintik seperti jerawat, matanya juga bengkak, sementara rambutnya kemudian berubah warna menjadi kian cokelat. Tak sampai disitu, akibat mabuk berat, ia juga sempat terjatuh hingga membuat gigi depannya tanggal.

Dalam kurun waktu empat tahun kecanduan, Tyhurst kerap kali dilarikan ke rumah sakit hampir 1000 kali. Ia juga nyaris kehilangan nyawanya sebanyak 15 kali. Ia baru berhenti mengonsumi GBL setelah dokter memperingatkan dirinya bahwa jika tak berhenti, maka ia akan meninggal.

Pada akhir Maret lalu, Tyhrust bertekad untuk menjalani rehabilitasi. Ia pergi ke pusat rehabilitasi di Crumpsall, Manchester. Saat itu dirinya mengklaim telah berhenti menggunakan obat terlarang selama dua tahun. Ini merupakan salah satu yang ia lakukan untuk mengubah kehidupannya dan demi anak perempuannya.

Selain rehabilitasi, ia juga menjalani detoks dan berharap di kemudian hari bisa menjalani tranplantasi hati.

Namun, perjalananya tak semulus yang dibayangkan. Hari Senin (22/12/2014) kemarin, pengadilan memutuskan bahwa ia bersalah atas tindakan penganiayaan terhadap seorang pria yang terjadi beberapa waktu yang lalu yang dilakukan bersama teman-temannya.

Pengadilan memutuskan penangguhan penahanan selama 18 bulan, dan mengharuskan Tyhurst menjalani program rehabilitasi selama 12 bulan.

Tyhurst sendiri mengungkapkan bahwa ia sudah berkali-kali menjalani operasi bedah liver. Jika terjadi kelainan lagi, maka ia harus melakukan transplantasi.
"Saya ingin mencoba mengembalikan kehidupan saya. Buktinya saya sudah tidak menggunakannya lagi setahun belakangan ini. Saya juga berharap tidak akan tersandung masalah kembali, karena ini sangat memalukan bagi diriku. Saya juga kerap melihat putri saya, dan dia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi," paparnya sebagaimana dikutip dari Dailymail.

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help