Bohong, Smartphone Bisa Ukur Tekanan Darah

Tidak bisa dibuktikan secara klinis. Kita harus berhati-hati. Jangan menggunakan hal-hal yang tidak akurat sebagai acuan karena bisa berbahaya

Bohong, Smartphone Bisa Ukur Tekanan Darah
Daily Mail
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banyak orang mencoba mengukur tekanan darah mereka dengan cara yang tidak akurat dan bahkan belum teruji secara medis. Di antaranya dengan menggunakan aplikasi yang terdapat pada smartphone.

Dilansir Daily Mail, Jumat (26/12/2014), peneliti menganalisa ada sekitar 107 aplikasi untuk mengukur hipertensi dan tekanan darah tinggi yang tersedia dan ditawarkan untuk di download di Google Play Store dan Apple iTunes.

Tujuh aplikasi android bahkan mengklaim pengguna hanya perlu menekan jari-jari mereka ke layar telepon atau kamera untuk mendapatkan pembacaan tekanan darah.

Ilmuwan menyatakan hal tersebut adalah palsu.

"Teknologi ini benar-benar masih dalam tahap awal, dan itu tidak siap untuk disebarluaskan," kata Dr Nilay Kumar yang merupakan dokter di aliansi Kesehatan Cambridge, Massachusetts, dan instruktur di Harvard Medical School,

Kumar merasa terkejut bahwa apps yang dipasarkan untuk mengubah smartphone menjadi alat pengukur tekanan darah telah diunduh setidaknya 900.000 kali dan sebanyak 2,4 juta kali .

Dirinya merasa sangat tidak yakin kamera ponsel bisa digunakan untuk membaca denyut nadi melalui jari.

"Tidak bisa dibuktikan secara klinis. Kita harus berhati-hati. Jangan menggunakan hal-hal yang tidak akurat sebagai acuan karena bisa berbahaya,"katanya.

Aplikasi yang tidak akurat digunakan mengukur tekanan darah dapat menyebabkan peringatan palsu yang dampaknya mungkin fatal, kata Kumar.

Sekitar satu dari tiga orang dewasa Amerika memiliki tekanan darah tinggi, menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Juga dikenal sebagai hipertensi, kondisi ini disebut silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala peringatan tetapi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, yang menjadi dua penyebab utama kematian.

Semakin banyak pasien hipertensi menggunakan teknologi pada smartphone untuk melacak dan mengelola kondisi mereka, ungkap penulis menulis dalam Journal of American Society of Hypertension.

Dr Karen Margolis Direktur penelitian klinis di HealthPartners Lembaga Pendidikan dan Penelitian di Minneapolis, menganjurkan adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap aplikasi yang berkaitan dengan medis.   

"Gagasan bahwa Anda bisa mengetahui tekanan darah hanya dengan menempelkan jari pada kamera smartphone, sangat dibuat-buat. Hampir tidak ada informasi sama sekali tentang seberapa akurat aplikasi ini," katanya kepada Reuters Health.

Editor: Ratino Taufik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved