Hati-hati Cuci Sepeda Motor Saat Musim Hujan

Saat musim hujan seperti saat ini, selain harus jaga kondisi badan tetap fit, motor kesayangan pun juga harus dirawat

Hati-hati Cuci Sepeda Motor Saat Musim Hujan
Motor Plus Online

BANJARMASINPOST.CO.ID - Saat musim hujan seperti saat ini, selain harus jaga kondisi badan tetap fit, motor kesayangan pun juga harus dirawat.

Agar bisa terus beraktivitas dan sepeda motor tetap dalam kondisi prima ketika dikendarai, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan yang haram dilakukan dalam kondisi hujan seperti ini. Biar tidak bingung, ini dia panduan bikers saat musim hujan.

Lampu wajib kuning

Saat musim hujan, hindari penggunaan bohlam headlamp berwarna putih atau biru. Pasalnya, warna ini sulit untuk menembus kabut ataupun air hujan yang turun. Jadi gunakan bohlam yang punya pancaran sinar berwarna kuning. Ini jadi salah satu panduan bikers saat musim hujan yang sangat penting karena menyangkut keselamatan.

“Buat harian paling pas bohlam yang punya kisaran derajat 3.000 kelvin sampai 4.300 kelvin. Cahaya yang keluar kurang lebih sama dengan motor standar,” ucap Gunawan, yang jadi partner di produsen lampu merek BullEAS.

Periksa kondisi ban

Sebagai satu-satunya bagian motor yang menyentuh dengan aspal, kondisi ban harus diperhatikan. Kondisi alur ban harus di atas Tread Wear Indicator (TWI) yang jadi patokan ketebalan ban. Supaya peran ban saat memecah air bisa lebih maksimal.

“Untuk tekanan angin ban sesuaikan dengan ukuran standar. Jangan dikempeskan apalagi dibuat terlalu kencang. Kalau terlalu kencang grip ke aspal jadi berkurang. Jika tekanan kurang juga membuat motor sulit seimbang ketika menikung,” wanti Johanes Lucky, Training Development PT Astra Honda Motor (AHM).

Awas cuci steam

Mencuci motor saat musim hujan memang sangat dianjurkan. Namun, untuk mencuci steam dengan air bertekanan tinggi harus dihindari. Sebab, tekanan air yang terlewat tinggi bisa membuat uap air masuk kebagian mesin. Bisa bahaya, apalagi jika metode cucinya sampai menidurkan motor. Peluang air masuk bisa lebih besar.

“Hindari cuci motor dengan air bertekanan tinggi. Apalagi, menyemprot bagian di bawah jok. Bahaya, air bisa masuk ke part-part kelistrikan yang banyak diletakkan di daerah situ. Bisa terjadi korslet,” tambah Slamet Kasianom, Instruktur Yamaha Technical Academy PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Cek indikator di CVT

Sobat yang berhasil lolos dari jalan yang banjir pasti senang. Tapi, coba cek kondisi CVT untuk pengguna skubek. Jika genangan air sampai ke as roda, ada kemungkinan air masuk ke dalam area CVT.

“Ada baiknya dicek lewat slang indikator yang ada di bawah CVT. Kalau ada air yang masuk, indikatornya akan terlihat keruh. Jika airnya tidak terlalu banyak cukup lepas karet indikatornya dan air akan keluar. Nanti bekas air di dalam akan kering sendiri saat motor digunakan,” beber Slamet.

Editor: Ratino Taufik
Sumber: Motor Plus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help