Berhati-hatila Pilih Celana Dalam Pria

Salah memilih celana dalam bisa menyebabkan rasa sakit, alergi, hingga masalah kesuburan. Beda bahannya beda pula pengaruhnya

Berhati-hatila Pilih Celana Dalam Pria
MSN/THEDAILYMAIL/STYLEUPHORIA
Meskipun David Beckham terlihat paling seksi dengan celana dalam superketat (tengah), perempuan Inggris lebih suka pria yang memakai celana model boxer (seperti dalam gambar kiri atau kanan). 

BANJARMAISNPOST.CO.ID - Memilih celana dalam ternyata bukan hanya memperhatikan faktor kenyamanan, warna dan modelnya, tapi juga faktor kesehatan. Hal ini terutama perlu diketahui para pria.

Salah memilih celana dalam bisa menyebabkan rasa sakit, alergi, hingga masalah kesuburan. Beda bahannya beda pula pengaruhnya bagi kesehatan.

Suhu panas
Bagian lipatan kulit sangat rentan terhadap masalah dermatitis (penyakit kulit) yang dikenal sebagai intertrigo, yang membuat kulit merah dan terasa sakit. Pada pria, hal ini lebih umum terjadi di selangkangan. Kondisi ini diperburuk dengan bahan celana dalam yang digunakan.

"Intertrigo biasanya disebabkan oleh kombinasi eksim, infeksi jamur dan iritan seperti keringat. Orang yang gemar berolahraga lebih rentan terhadap hal itu, terutama pada laki-laki," kata Adam Friedmann, dokter kulit di London.

Untuk mencegahnya,  maka disarankan bagi para pria untuk memakai celana yang terbuat dari bahan-bahan yang dapat menyerap keringat seperti kapas. Bahan yang kurang mampu menyerap keringat, seperti sutra, nilon dan lycra dapat membuat masalah lebih buruk lagi, terutama jika Anda memilih pakaian dalam yang terlalu ketat.

Pada bagian testis umumnya bersuhu hangat dan lebih cenderung sering berkeringat, hal itulah yang dapat menjadikan area ini sebagai tempat yang disukai jamur karena hangat dan lembab. Itu sebabnya pastikan area testis selalu kering dan sirkulasi udaranya lancar.

Pilih yang nyaman

Celana dalam yang nyaman akan mengurangi resiko munculnya rasa sakit pada daerah sekitar testis. Pria dewasa seringkali menderita nyeri pada testis mereka. Penyebabnya belum diketahui dengan jelas karena seringkali rasa sakit tersebut menghilang secara misterius.

"Beberapa pria mengalami hal ini secara rutin, bahkan bagi beberapa orang hal itu terjadi setelah masa ejakulasi, atau setelah duduk dalam waktu yang lama saat mengemudi, kata Zaki Almallah, seorang pakar urologi di Queen Elizabeth Hospital dan BMI The Priory Hospital, Birmingham.

Celana dalam yang ketat bagi sebagian orang dapat mengurangi rasa sakit, tapi tidak bagi yang lain.  Pria yang pernah mengalami semua jenis operasi pada testis, seperti vasektomi, sangat disarankan untuk memakai celana yang nyaman dan pas setelah dilakukannya operasi tersebut. Tujuannya untuk mencegah memar atau penggumpalan darah dan membantu mengurangi rasa sakit, kata Almallah.

Namun, pria yang memiliki epididimitis (peradangan pada epididimis), tabung yang melingkar di bagian belakang testis yang berguna untuk menyimpan sperma, jika Anda menggunakan pakaian ketat dalam keadaan tersebut, maka hal ini akan semakin menimbulkan rasa sakit,  karena dapat meremas bagian tersebut.

Alergi celana dalam
Karet elastis pada bagian pinggang celana seringkali menyebabkan reaksi alergi berupa eksim dan ruam. Penggunaan bahan kimia pewarna juga pada sebagian orang dapat menyebabkan alergi.

"Jika terdapat karet pada celana di bagian pinggang dan Anda berkeringat, maka karet yang  terkena keringat tersebut dapat memicu reaksi di sekitar kulit pinggang," kata Friedmann.

Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help