Ini Penyebab Perempuan Lebih Sering Menangis daripada Pria

Tapi ini bukan hanya tentang testosteron. Kembali pada 1980-an, ahli biokimia, William Frey H. dan timnya menganalisis susunan kimiawi air mata emosio

Ini Penyebab Perempuan Lebih Sering Menangis daripada Pria
AFP PHOTO/ADEK BERRY
ilustrasi menangis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kaum perempuan memang identik dengan perasaan yang lembut dan gampang terharu. Pada banyak momen, bukan hanya kesedihan tapi juga membahagiakan, perempuan lebih mudah mengeluarkan air mata.

Perempuan dan air mata sering dianggap sebagai sahabat baik yang sulit terpisahkan. Ternyata hal itu bukan hanya karena 'cengeng', tapi ada alasannya mengapa kaum hawa lebih gampang menangis dibandingkan para pria.

Dalam penelitian yang dilakukan Vengerhoest, psikolog klinis, diketahui perempuan menangis 30-64 kali dalam setahun. Sedangkan pria jauh lebih sedikit, hanya 6-17 kali. Mereka melakukan survei terhadap lebih dari 5.000 orang dewasa di belasan negara mengenai hal ini.

Para perempuan juga menangis sekitar enam menit setiap kalinya, sementara pria menangis selama 2-3 menit saja.

Ada banyak alasan mengapa pria hanya menangis sebentar, terutama karena faktor sosial. Citra pria yang jantan memang tidak cocok jika harus mengeluarkan air mata terlalu lama.

Meski begitu, ternyata secara biologis pria memang dibentuk untuk meneteskan air mata hanya sedikit.

"Beberapa penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa pria memiliki saluran air mata yang lebih besar di mata mereka, sehingga kecil kemungkinan untuk membuat air mata ke titik tumpah dari kelopak mata ke pipi," kata Geoffrey Goodfellow, seorang profesor di Illinois College of Optometry di Chicago.

Penelitian lain pada 1960 mengungkapkan, perempuan memang memiliki saluran air mata yang lebih pendek dan dangkal. Penelitian itu dilakukan dengan mengukur tengkorak pria dan perempuan.

Kondisi hormonal, terutama testosteron, juga akan menghambat keluarnya air mata. Seperti diketahui kadar testosteron dalam tubuh pria jauh lebih banyak dibanding perempuan.

Pada pasien laki-laki yang mengidap kanker prostat misalnya, akan lebih cenderung menjadi lebih emosional ketika diobati dengan obat yang menurunkan kadar testosteron mereka.

Tapi ini bukan hanya tentang testosteron. Kembali pada 1980-an, ahli biokimia, William Frey H. dan timnya menganalisis susunan kimiawi air mata emosional dan membandingkannya dengan air mata yang disebabkan oleh iritasi pada mata.

Ternyata, air mata emosional mengandung prolaktin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis yang berhubungan dengan emosi.

Perempuan dewasa cenderung memiliki kadar prolaktin serum hampir 60 persen di atas rata-rata dari pria. Perbedaan ini secara keseluruhan menjelaskan mengapa perempuan lebih sering menangis.

Sebelum pubertas, kadar serum prolaktin pada perempuan dan laki-laki sama, mungkin ini sebabnya tingkat menangis anak laki-laki dan perempuan tak banyak berbeda.

Editor: Yamani Ramlan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved