Gawat, Pengguna Narkoba Kalteng Capai 38 Ribu

Belum adanya panti rehabilitasi medis milik pemerintah maupun swasta, salah satu alasan rendahnya jumlah tersebut

Gawat, Pengguna Narkoba Kalteng Capai 38 Ribu
banjarmasinpost.co.id/mustain
seminar antinarkoba 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA – Tingkat penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkotika) di Kalteng cenderung meningkat. Bahkan di Indonesia, provinsi ini termasuk dari sembilan provinsi yang jumlah penyalahgunaannya terus naik.

Berdasarkan angka prediksi yang dikeluarkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng, peningkatan jumlah penyalahgunaan narkoba pada 2015 diperkirakan mencapai 38.533 jiwa. Padahal pada 2011, angka perhitungan sudah mencapai 34.543 jiwa.

“Terjadi kenaikan sekitar 1,82 persen. Di mana 12 ribu di antaranya pecandu adiksi,” terang Kepala BNN Kalteng Dwi Swasono, Minggu (1/2/2015).

Sejauh ini, hanya sekitar seribu orang dari penderita yang bersedia menjalani rehabilitasi. Belum adanya panti rehabilitasi medis milik pemerintah maupun swasta, salah satu alasan rendahnya jumlah tersebut.

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia sendiri telah dinyatakan memasuki level darurat. Indonesia masuk peringkat tiga di dunia dalam peredaran narkoba, setelah Meksiko dan Columbia.

Lembaga Pemasyarakatan, lanjut Dwi, dijadikan tempat pengendalian peredaran narkoba oleh sindikat atau bandar, dan penyalahgunaan sudah sampai ke segenap pelosok di seluruh Indonesia.

“Peredaran narkoba di Provinsi Kalimantan Tengah meluas sampai ke pelosok desa di semua kabupaten, dengan konsentrasi di wilayah pertambangan dan perkebunan. Semua Bupati/wali kota di Kalteng menyatakan bahwa penyalahgunaan narkoba meningkat level meresahkan masyarakat,” katanya.

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help