Umur Perokok Lebih Pendek 10 Tahun

KABAR baiknya, kondisi tersebut bisa dikembalikan sebeperti normal asal perokok tersebut berhenti sebelum usia mereka mencapai 45 tahun.

Umur Perokok Lebih Pendek 10 Tahun
internet
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah studi mengungkapkan, para rokok telah membunuh dua dari tiga perokok. Dan umur mereka lebih pendek 10 tahun dibanding teman sebaya mereka yang bukan perokok.

Studi yang melibatkan 200.000 ribu responden tersebut, menyatakan perokok memiliki tingkat kematian 66 persen akibat kebiasaan mereka. Kondisi tersebut jelas lebih buruk daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Studi tersebut juga menemukan rokok mengurangi harapan hidup 10 tahun. Kabar baiknya, kondisi tersebut bisa dikembalikan sebeperti normal asal perokok tersebut berhenti sebelum usia mereka mencapai 45 tahun.

Penelitian yang dilakukan Australia tersebut, menemukan perokok dengan kebiasaan merokok 10 batang per hari dua kali lebih mungkin untuk meninggal lebih awal, sementara yang mengisap 25 batang per hari turut meningkatkan risiko meninggalnya hingga lima kali lipat.

Padahal sebelumnya, sebuah studi menyebutkan para perokok memiliki peluang hidup 50 persen akibat penyakit yang berhubungan dengan tembakau.

Namun studi yang dilakukan oleh para ilmuwan Inggris dan Amerika Serikat, menyebutkan risiko perokok lebih cepat kehilangan nyawanya ternyata lebih tinggi.

"Kami tahu merokok itu buruk, tapi kami sekarang memiliki bukti independen langsung yang menegaskan temuan mengganggu yang telah muncul secara internasional," kata Prof Emily Banks, dari Australian National University, Canberra, seperti dirilis Mirror, Rabu (24/2/2015).

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Medicine, menyerukan dilakukan kontrol tembakau yang lebih ketat. Pasalnya, sekitar 20 persen warga Inggris Raya adalah perokok.

Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help