1,3 Juta Anak Usia 7-15 Tahun Terancam Putus Sekolah

Education for All Global Monitoring Report yang dirilis Unesco 2011 juga melaporkan bahwa tingginya angka putus sekolah menyebabkan peringkat indeks

1,3 Juta Anak Usia 7-15 Tahun Terancam Putus Sekolah
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Ina Madjihan, penggagas GerakanBerbagi, mengaku tak bisa berdiam diri. Baginya, tingkat kualitas hidup anak di Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kondisi pendidikan di Indonesia masih memprihatinkan. Dalam laporan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan, setiap menit ada empat anak putus sekolah. Tercatat, sebanyak 1,3 juta anak usia 7-15 tahun terancam putus sekolah.

Education for All Global Monitoring Report yang dirilis Unesco 2011 juga melaporkan bahwa tingginya angka putus sekolah menyebabkan peringkat indeks pembangunan sangat rendah. Saat ini, Indonesia berada di peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index.

"Anak-anak Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang setara hingga dapat mengejar impiannya," ujar penggagas Gerakan Berbagi, Ina Madjihan.

Ina tak bisa berdiam diri. Walaupun belum punya pengalaman dalam gerakan sosial, Ina nekat menggagas GerakanBerbagi untuk memuluskan niatnya. Tingkat kualitas hidup anak di Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Secara finansial, hidup Ina serba berkecukupan. Kegiatan berbagi dimulai sejak lima tahun silam dengan melakukan kegiatan sederhana berupa membagikan nasi bungkus kepada kaum papa di lingkungannya.

Berbagi Lebih Banyak

Seiring berjalannya waktu, gerakan tersebut melahirkan gerakan sosial berskala nasional. Agenda GerakanBerbagi mulai fokus terhadap tingkat kualitas hidup anak Indonesia di tiga bidang yaitu, pangan, kesehatan, dan pendidikan pada rentang usia anak usia dini hingga remaja (0-17 tahun).

Kesedihan dan keprihatinan akan kualitas hidup anak-anak terus membayanginya. Masih terekam jelas di benaknya keceriaan anak-anak Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ia bersama GerakanBerbagi melakukan program JejakPulau 2014 lalu.

"JejakPulau adalah program GerakanBerbagi bagi 1000 anak NTT untuk mengedukasi anak-anak akan bahaya malaria di sana," kata Ina.

Cakupan kegiatan lainnya adalah mendukung kegiatan belajar anak-anak Indonesia dalam mendapatkan akses pendidikan yang setara. Selain itu, ada juga program Dondarsiaga, yaitu program dalam memenuhi kebutuhan donor darah bagi yang memerlukan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help