Tolak Rekonstruksi, Novel Dipulangkan ke Jakarta Siang Ini

Novel menolak rekonstruksi karena saat terjadinya penganiayaan tahun 2004, ia tidak berada di tempat kejadian perkara

Tolak Rekonstruksi, Novel Dipulangkan ke Jakarta Siang Ini
net
novel baswedan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan menolak melakukan rekonstruksi yang digelar Kepolisian terkait kasus penganiayaan tersangka pencuri sarang burung walet di Bengkulu. Oleh karena itu, rencananya Novel akan dipulangkan ke Jakarta pada Sabtu (2/5/2015) siang.

"Informasi terakhir, polisi dan kuasa hukum akan membawa pulang Novel ke Jakarta," ujar kuasa hukum Novel, Bahrain, dalam diskusi bersama Smart FM di Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

Bahrain mengatakan, Novel menolak rekonstruksi karena saat terjadinya penganiayaan tahun 2004, ia tidak berada di tempat kejadian perkara. Novel juga belum pernah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka. (baca: Tanpa Novel, Polisi Gelar Rekonstruksi)

Namun, Bahrain mengaku tidak mengetahui apakah Novel akan ditahan atau tidak setelah sampai di Jakarta. Hingga kini, tim kuasa hukum belum mendapatkan kepastian informasi mengenai hal tersebut.

"Di sana menjadi perdebatan, dimana apakah akan dibawa pulang ke rumah atau Bareskrim Mabes Polri," kata Bahrain. (baca: Pengacara Novel dan Polisi Alot Bahas Rencana Rekonstruksi)

Novel ditangkap pada Jumat (1/5/2015) dini hari, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan pada tahun 2004. Novel sempat ditahan di Mako Brimob sebelum diterbangkan ke Bengkulu. (baca: Mengingat Kembali Kasus Novel Baswedan)

Kasus Novel ini pernah mencuat saat terjadi konflik KPK vs Polri pada 2012 saat Novel menjadi penyidik korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) tahun anggaran 2011 dengan tersangka Inspektur Jenderal Pol Djoko Susilo.

Pada 2004, ada anak buah Novel yang melakukan tindakan di luar hukum yang menyebabkan korban jiwa. Novel yang mengambil alih tanggung jawab anak buahnya dan ia pun sudah mendapat teguran keras.

Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved