Kekuatan Genggaman Tangan Menggambarkan Kesehatan Anda

kekuatan cengkeraman tangan lebih baik dalam memprediksikan risiko penyakit daripada tekanan darah.

Kekuatan Genggaman Tangan Menggambarkan Kesehatan Anda
shutterstock
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ini bukan kiasan. Kesehatan Anda di masa mendatang, memang dapat dilihat dari genggaman tangan sendiri. Lebih tepatnya, kekuatan genggaman Anda.

Tes yang dilakukan terhadap 140 ribu orang dari 14 negara, menunjukkan bahwa kekuatan cengkeraman tangan lebih baik dalam memprediksikan risiko penyakit daripada tekanan darah. Cara ini, disebutkan oleh tim riset internasional, bisa menjadi alat sederhana dan tidak mahal bagi para dokter.

Secara alami, kekuatan menekan maksimum yang bisa diupayakan dalam cengkeraman akan menurun sejalan usia. Hanya saja, mereka yang kekuatan cengkeramannya menurun paling cepat, berisiko lebih besar atas masalah kesehatan.

Uji terhadap 14 negara yang dipublikasikan dalam Lancet ini mendapati, bahwa setiap penurunan kekuatan cengkeraman sebesar 5 kg akan meningkatkan kemungkinan kematian dini sebesar 15 persen. Kemungkinan mengalami masalah jantung yang fatal meningkat 17 persen serta stroke sebesar 9 persen.

Saat ini, dokter memperhitungkan kemungkinan serangan jantung atau stroke dengan pengisian kuesioner bersama pasien melalui penilaian usia, kebiasaan merokok, obesitas, kadar kolesterol, tekanan darah, tempat tinggal, serta riwayat keluarga.

Dengan hasil yang diperoleh tersebut, para periset mengusulkan kekuatan cengkeraman tangan dapat dijadikan prediksi, selain tekanan darah. Dan bisa menjadi alat baru dalam menilai risiko.

Menurut Dr. Darryl Leong, salah satu periset di McMaster University, Kanada, kekuatan cengkeraman tangan dapat menjadi tes mudah dan tidak mahal dalam memperkirakan risiko seseorang atas kematian dan penyakit kardiovaskuler. Memang, masih belum diketahui dengan pasti, alasan memburuknya kesehatan jantung yang dapat ditunjukkan dengan cengkeraman tangan yang lebih lemah.

Namun, pertimbangannya bisa jadi karena pengerasan arteri, dapat mengurangi kekuatan otot. Karenanya, lanjut Doireann Maddock, dari British Heart Foundation, lebih banyak penelitian diperlukan, guna memahami setiap kemungkinan hubungan di antara kedua hal tersebut.

Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help