Miskinkan Bandar Narkoba

Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar menegaskan, saat ini Indonesia

Miskinkan Bandar Narkoba
Kompas.com/Robertus Belarminus
Dari kiri, Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Anjan Pramuka, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur. Selasa (5/5/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar menegaskan, saat ini Indonesia masih dalam kondisi darurat narkoba.

Berdasar data yang dihimpun BNN, pencandu narkoba saat ini berjumlah dua persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar empat juta orang. Diperkirakan jumlah ini terus bertambah jika tidak diimbangi tindakan tegas.

“Yang meninggal, karena narkoba antara 30 hingga 50 orang setiap harinya. Selain itu, 50 persen lebih narapidana terjerat kasus narkoba. Dari fakta itu, bisa dikatakan Indonesia dalam kondisi darurat narkoba,” kata dia di Jakarta, Sabtu (16/5).

Menurut Anang, sesuai undang undang (UU) ada tiga cara menangani permasalahan narkoba, yakni pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan langsung. Untuk sanksi, jenderal bintang tiga ini berpendapat, hukuman kurungan untuk bandar narkoba tidaklah cukup. Perlu ada pemiskinan bandar narkoba, agar efek jeranya lebih tinggi.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Minggu (17/5/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved