Minat Kenakan Celana Dalam Seksi Menurun

Celana dalam ini meminimalisir garis pinggir celana dalam terlihat di bagian luar celana atau rok yang dikenakan.

Minat Kenakan Celana Dalam Seksi Menurun
shutterstock
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID -- Beberapa waktu lalu, New York Times melaporan bahwa saat ini, para wanita muda di Amerika Serikat mulai lebih menyenangi dalaman gaya granny panties atau celana dalam yang konvensional, ketimbang celana dalam thongs yang seksi.

Celana dalam thong kali pertama hadir pada tahun 1990-an. Celana dalam ini meminimalisir garis pinggir celana dalam terlihat di bagian luar celana atau rok yang dikenakan. Umumnya, di bagian belakang celana thong, hanya ada penghubung berupa sepotong kain yang menghubungkan antara karet pada bagian belakang celana dalam dengan bagian depan. Wanita yang mengenakan thong mengaku merasa nyaman mengenakan thong, karena mereka tahu, garis celana dalamnya tidak akan nampak di luar.

Data menunjukkan bahwa celana dalam jenis thong mengalami penurunan penjualan sebanyak tujuh persen tahun lalu. Hal tersebut berbanding terbalik dengan celana dalam dengan model biasa yang mengutamakan kenyaman, naik 17 persen.

Dilansir dari Huffington Post, naik turun angka penjualan celana dalam tersebut bisa jadi dikarenakan popularitas dari model ukuran plus yang kian bersinar di tahun ini. Selain itu, perubahan cara pandang penampilan tubuh yang lebih positif juga disinyalir menekan penjualan dalaman seksi yang hanya bisa dikenakan para wanita kurus.

Kemudian, para model ukuran plus yang mulai menjajal sampul depan majalah-majalah ternama, dan juga kampanye iklan yang dianggap membuat standar bentuk tubuh terlalu kurus dan mengkhawatirkan mulai banyak diprotes. Akhirnya, banyak wanita yang semakin percaya diri dengan berat badan dan penampilian diri apa adanya. Hal ini juga berimbas pada pemilihan gaya celana dalam. Mereka lebih memilih kenyamanan ketimbang tren.

Salah satu brand lingerie, Lonely Lingerie, meluncurkan kampanye bagi para wanita untuk menemukan pakaian dalam yang nyaman dipakai serta membuat hati gembira. "Kami ingin para wanita sadar bahwa mereka tak perlu tampil dengan cara tertentu agar lebih cantik. Kami hanya ingin menawarkan ide bahwa tak apa menjadi dirimu apa adanya," ujar desainer Lonely Girls, Helene Morris.

Hasil penjualan thong yang terus menurun di atas, bisa disimpulkan bahwa sebagai seorang wanita Anda harus merasa nyaman dan bahagia dengan diri sendiri. Standar kecantikan yang ditetapkan industri bukan patokan dan Anda tidak wajib untuk memaksa diri agar terlihat seperti para supermodel.

Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved