Ini Pelajaran dari Pohon Tertua di Dunia

untuk mengidentifikasi gerakan baru yang diilhami oleh hubungan ekologi yang menghubungkan semua manusia, Pando Populus

Ini Pelajaran dari Pohon Tertua di Dunia
Public Domain Photo Wikipedia/Fishlake National Forest
Hutan pando di Fishlake National Forest, Amerika Serikat.

BANJARMASINPOST.CO.ID, LOS ANGELES - Pando, pohon yang telah hidup selama 80.000 tahun, dipilih sebagai lambang bagi 10th International Whitehead Conference dan 9th Ecological Civilization International Forum, karena mengajarkan manusia cara hidup berkelanjutan.

Penyelenggara konferensi menyatakan di situs web konferensi bahwa mereka mengambil namanya untuk mengidentifikasi gerakan baru yang diilhami oleh hubungan ekologi yang menghubungkan semua manusia, Pando Populus ("populus" adalah genus dari spesies-spesies pohon berbunga).

Pando dalam Bahasa Latin berarti "Saya menyebar". Pohon itu ditemukan tahun 1990-an di dekat Lake Fish di Utah.

Setelah pemeriksaan DNA dan pemeriksaan lain, para ilmuwan menemukan sekitar 105 acre pohon-pohon aspen memiliki sistem akar tunggal yang sama.

Di atas tanah, Pando terlihat seperti kumpulan dari 40.000 pohon lebih, tapi di bawah tanah, semua pohon itu hanya terhubung oleh satu sistem akar yang besar.

Setiap batang pohon itu secara genetik identik. Jadi pada kenyataannya, sebagai satu organisme hidup tunggal, itu adalah pohon terbesar dan tertua di dunia.

John Cobb Jr., ahli filsafat dan teologi pendiri Center for Process Study yang menggelar konferensi tahun ini, mengatakan Pando memberi umat manusia setidaknya tiga pelajaran.

"Ketika kita melihat hutan aspen, kita sedang melihat banyak individu pohon," kata John Cobb tentang pelajaran pertama.

"Kadang mereka kooperatif, tapi kebanyakan mereka bersaing seperti pepohonan saling bersaing untuk memperoleh sinar matahari," tambah dia.

"Pando, dan setiap pohon aspen, bukan individu pohon yang terpisah, semua pohon itu bergantung pada pohon lain, dan mereka semua mendukung dan didukung oleh satu sistem akar yang sama, yang membuat orang berpikir, apa yang terlihat seperti individu terpisah mungkin sesungguhnya bukan individu yang terpisah."

Halaman
123
Editor: Halmien
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved