Saksi Korban Nyaris Ditahan Pihak Imigrasi

Mr Jae Won Huh yang diminta untuk memberikan kesaksian dalam peristiwa tersebut, oleh terdakwa yang mengintimidasi pihak Imigrasi

Saksi Korban Nyaris Ditahan Pihak Imigrasi
banjarmasinpost.co.id/burhani yunus
Terdakwa saat sidang kasus penipuan bisnis batu bara di PN Banjarmasin, Senin (1/6/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sikap tidak terpuji dilakukan, Hadinata Direktur PT Bangkala Amanah Jaya (BAJ) yang menjadi terdakwa penipuan batubara yang dihadapkan ke meja hijau Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Mr Jae Won Huh Jakarta PT Nent scpt sultes lantai 29 a jalan Jendral Sudirman Jakarta Selatan yang merupakan saksi korban dalam perkara tersebut nyaris ditahan pihak Imigrasi Banjarmasin, Senin (25/5) lalu.

Informasi yang didapat Mr Jae Won Huh yang diminta untuk memberikan kesaksian dalam peristiwa tersebut, oleh terdakwa yang mengintimidasi pihak Imigrasi untuk menghalangi-halangi Mr Jae Won Huh memberikan kesaksian dalam perkara tersebut.

Konon kabarnya Mr Jae Won Huh sempat diperiksa pihak Imigrasi. Namun hal urung dilakukan karena Jaksa Pengadilan Tinggi, Sandy Rusady memberikan penjelasan kepada pihak Imigrasi bahwa Mr Jae Won Huh yang merupakan direktur PT Netn tersebut merupakan saksi korban yang dirugikan oleh terdakwa.

Dalam persidangan terungkap terdakwa memiliki kerjasama usaha antara PT NENT
dan PT Karya Energi Terpadu 2014 dengan besar pembelian sebesar Rp 39 miliar.

Dalam perjanjian tersebut terdakwa sepakat mengirim batubara sebanyak 8 tongkang atau 76 ribu meter ton pada 2014. Ternyata sejak perjanjian tersebut terdakwa hanya mengirim 4 tongkang hingga korbannya mengalami kerugian sebesar Rp 13 miliar.

Dalam sidangan lanjutan, Senin (1/7), jaksa Warti yang menghadirkan saksi Dwi Agus Cahyono direkturk Utama PT BAJ, Gusti Fasal (Komisaris PT BAJ), Fauzi Rahman Direktur Operasional terungkap, ketiga saksi hanya memasang nama di PT BAJ karena saham perusahan tersebut merupakan saham fiktip yang diberikan terdakwa kepada ketiga saksi tanpa menyetor uang.

Terdakwa Hadinata yang ingin dikonfirmasi mengenai saksi korban yang ditangkap pihak Imigrasi langsung kabur meninggalkan wartawan, usai sidang, Senin (1/6/2015).

Sementara penasehat hukum terdakwa Erna Wati mengaku tidak tahu menahu masalah tersebut. "Saya tidak tahu itu," kata Erna Wati.

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help