Minta Kedua Orangtua Berpelukan Jadi Permintaan Terakhir Kadek Dwi Antara

Ibu Antara, Kadek Piliani belum percaya anaknya yang baru tamat dari SMAN 1 Tejakula ini telah tiada.

Minta Kedua Orangtua Berpelukan Jadi Permintaan Terakhir Kadek Dwi Antara
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Kadek Piliani dibopong keluarganya di rumah duka Kadek Dwi Antara di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Pacung, Tejakula, Buleleng, Jumat (5/6/2015). 

BANNJARMASINPOST.CO.ID, SINGARAJA - Suasana duka menyelimuti kediaman Ketut Aniarsa di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, Jumat (5/6/2015).

Anak keduanya, Kadek Dwi Antara (19) tewas, Kamis (4/6/2015) pukul 23.30 Wita usai menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng diduga terinfeksi rabies.

Ibu Antara, Kadek Piliani belum percaya anaknya yang baru tamat dari SMAN 1 Tejakula ini telah tiada. Sesekali ia tak kuasa menahan tangis dan jatuh pingsan.

Sembari terisak, Piliani menuturkan, anaknya itu menjalani perawatan di RSUD Buleleng mulai Kamis pukul 10.00 Wita, tetapi malam harinya anaknya itu sudah tidak dapat bertahan lagi.

Selang beberapa jam sebelum meninggal, Antara sempat meminta kedua orangtuanya untuk berpelukan di hadapannya.
Ia juga meminta maaf tidak dapat memberikan yang terbaik. Saat kedua orangtuanya berpelukan, Antara turut ikut memeluk sembari menangis.

"Saya tidak percaya, sebelum meninggal dia minta saya dan bapaknya untuk berpelukan. Minta maaf kalau selama ini masih belum bisa memberikan apa-apa, sambil memeluk kami, katanya ini untuk yang terakhir," ujar Piliani.

Sementara Aniarsa mengatakan, sebelum dibawa ke rumah sakit, anaknya itu mengalami gejala batuk-batuk dan panas tinggi bercampur rasa dingin.

Ia ketika itu belum tahu anaknya usai digigit anjing dan terinfeksi rabies.

"Batuknya keras sekali. Kalau panas kepanasan, kalau dingin kena angin dia sangat kedinginan, kami waktu itu belum sadar dan hanya mengira demam biasa. Kami bawa ke puskesmas dulu paginya, karena tidak tahan melihat anak saya menderita. Saya langung bawa ke rumah sakit, itu sudah dua hari seperti itu," kata Aniarsa.

Dari hasil pemeriksaan fisik, anaknya itu diduga sakit paru-paru. Namun, setelah dironsen tidak ada masalah dengan paru-parunya itu.

Halaman
12
Editor: Ratino Taufik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help