Kondisi Sungai Balangan Kembali Normal

kini sudah mulai tidak ada lagi, sepanjang sungai Balangan sudah berwarna normal seperti sediakala secara kasat mata.

Kondisi Sungai Balangan Kembali Normal
banjarmasinpost.co.id/Elhami
Sepanjang sungai Balangan sudah kembali normal seperti biasa, tak ada lagi kekeruhan seperti sebelumnya, apalagi hari ini Balangan sempat diguyur hujan beberapa saat, sehingga beberapa warga juga sudah kembali beraktivitas di sungai seperti biasa, misalnya mandi dan mencuci. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kondisi sungai Balangan pasca diduga tercemar karena limbah salah satu perusahaan tambang di Balangan, kini sudah mulai tidak ada lagi, sepanjang sungai Balangan sudah berwarna normal seperti sediakala secara kasat mata.

Namun apakah dampak dari limbah tersebut, air sungai Balangan tercemar? Secara pembuktiaan pihak Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Balangan belum bisa memastikan, pasalnya sampel yang diambil kemarin masih berada di lab untuk diuji.

"Kami belum bisa memastikan, karena melalui berbagai tahapan dan proses, secara visual memang sudah kembali normal," ujar Kabid Pemantauan dan Analisis Dampak Lingkungan pada Badan Lingkungan dan Kebersihan (BLHK) Kabupaten Balangan Atep Edi Rusmayadi.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk hasil lab kemungkinan bisa diketahui selama seminggu kedepan, sehingga untuk saat ini belum bisa ditetapkan apakah tercemar atau tidak. "Tunggu aja nanti hasilnya," ucapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sepanjang sungai Balangan sudah kembali normal seperti biasa, tak ada lagi kekeruhan seperti sebelumnya, apalagi hari ini Balangan sempat diguyur hujan beberapa saat, sehingga beberapa warga juga sudah kembali beraktivitas di sungai seperti biasa, misalnya mandi dan mencuci.

Sementara itu Rizki Dartaman, External Relations Divion Head PT Adaro Indonesia mengatakan, pihak perusahaan sedang mendalami dan menginvestigasi yang dilakukan untuk mengetahui kekeruhan air yang diduga tercemar.

Namun demikian, terlepas apakah itu berasal dari mana pun, perusahaan sudah berhasil melakukan normalisasi kekeruhan sungai yang sempat terganggu, sehingga sungai kembali pada keadaan semula dalam waktu yang tidak lama.

"Hingga saat ini, karena penanganan yang tepat dan cepat dampaknya pun dapat diminamalisir. Hingga kini memang belum ada temuan atau laporan ikan mati atau dampak lainnya di bagian hulu sungai Balangan," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, kalau ada pihak yang mengatakan ikan kerambanya mati di bagian hilir sungai ini, maka itu perlu diteliti lebih dalam penyebabnya, karena tidak serta merta bisa langsung dikaitkan dengan kondisi yang terjadi. Apalagi instansi berwenang sedang meneliti sampel air yang diduga kekeruhannya tidak normal itu.

Penulis: Elhami
Editor: Ratino Taufik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help